BALI, Balipolitika.com – Tetiba saja mati listrik di beberapa titik di Bandara Ngurah Rai, Bali, menyebabkan terjadinya delay atau penundaan keberangkatan penerbangan.
Tentu saja ini mengejutkan, untuk akses vital seperti di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, pada Jumat 10 Oktober 2025.
Dari informasi di lapangan, mati listrik ini terjadi sekitar pukul 18.30 Wita di sejumlah titik. Akibat padamnya listrik di sejumlah titik ini menjadikan bandara gelap, karena tidak ada pasokan listrik ke lampu-lampu yang ada.
Selain itu terjadi kepadatan arus lalu lintas dari dan menuju ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kepanikan membuat sejumlah driver membunyikan klakson karena kesal lama menunggu.
Sementara informasinya, mulai pukul 19.17 Wita pasokan listrik mulai berangsur normal. “Mohon waktunya ya (untuk keterangan resmi dari Angkasa Pura Indonesia),” ujar Communication & Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi.
Sementara pihak Angkasa Pura Indonesia (API) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyampaikan permohonan maaf atas kejadian adanya gangguan listrik yang terjadi malam Sabtu itu.
Menindaklanjuti adanya gangguan kelistrikan, tim teknis segera melakukan penelusuran dan dan berupaya melakukan penanganan dan aliran listrik dapat kembali normal pada pukul 19.18 Wita.
Dan akibat gangguan kelistrikan tersebut, pihaknya melakukan sejumlah langkah penyesuaian agar operasional tetap dapat berjalan.
“Atas peristiwa tersebut beberapa layanan penumpang mengalami penyesuaian, yakni proses check in untuk beberapa saat secara manual,” imbuh Syaugi.
Untuk mengurai kepadatan di area check in, pihaknya menyiagakan petugas untuk mengatur flow penumpang. Pihaknya juga menyiagakan petugas di area ruang tunggu untuk memandu ke area boarding gate.
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, mengatakan kelistrikan sistem PLN yang menyuplai bandara dalam kondisi normal. (BP/OKA)













