DENPASAR, Balipolitika.com– Ayah, ibu, dan anak yang dilaporkan hilang pasca banjir di Perumahan Permata Residence, Mengwitani, Badung, yakni Hadnar Boelan (56 tahun), Bewi Ratnawati Soenarjo (57 tahun), dan Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23 tahun) tak kunjung ditemukan hingga Minggu, 14 September 2025 siang.
Sejak upaya pencarian dimulai Tim Search and Rescue (SAR) pada Jumat, 12 September 2025 dengan menggunakan dua ekskavator untuk mempercepat proses pencarian, ketiga korban belum ditemukan.
Informasi terbaru, semangat Tim SAR yang terdiri dari Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, relawan, serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Badung sempat bersemangat saat mencium bau bangkai saat menyisir Banjar Gamongan.
Saat antusias memburu bau bangkai tersebut yang diduga bersumber dari para korban, ternyata tim harus bersabar karena harapan mereka belum terwujud.
“Tim dan SAR K-9 melakukan penyisiran dari Banjar Gamongan dengan menyusuri Sungai Yeh Pendet dan fokus pencarian di area bawah Jembatan Slingsing dengan membersihkan tumpukan sampah karena tercium bau menyengat. Namun ternyata yang ditemukan bangkai kucing. Kemudian tim melanjutkan penyisiran sungai ke arah selatan sejauh kurang lebih 1 km,” ucap Ketut Wirajaya, Koordinator Lapangan (Korlap) pencarian korban diduga terseret arus banjir di Mengwitani, Badung, Minggu, 14 September 2025. (bp/ken)











