BALI, Balipolitika.com – Longsor menerjang Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Sukasada, Kabupaten Buleleng. Menyebabkan 27 KK terisolir di Tempekan Yeh Muncrat.
Perbekel Gitgit, I Putu Arcana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Longsor terjadi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 16.00 Wita. Usai hujan deras menerpa di sekitar lokasi.
“Titik longsor berlokasi di kebun milik warga bernama Nyoman Kayun (63). Memang kebun di sekitar sini kemiringannya rata-rata 45 derajat,” sebutnya, Kamis (9/4). Total panjang longsor mencapai 70 meter, menutup jalan setapak warga.
“Masyarakat tidak bisa keluar karena akses jalan tertutup. Begitupun anak-anak SD dan SMP tidak bisa sekolah,” imbuhnya.
Pasca peristiwa longsor, masyarakat sekitar segera melakukan gotong royong evakuasi material. Namun proses evakuasi terhenti pada pukul 18.00 Wita, dengan pertimbangan kondisi cuaca buruk dan khawatir longsor susulan.
Evakuasi material longsor kemudian lanjut keesokan harinya. Evakuasi melibatkan staf kecamatan, relawan desa, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat sekitar.
Hingga pukul 14.00 Wita, progres evakuasi hampir mencapai 60 persen. Tim gabungan terkendala material pohon besar yang ikut terseret longsor.
Terlebih proses evakuasi hanya bisa dengan cara manual. Alat berat tidak bisa masuk ke lokasi longsor, karena merupakan jalan setapak. Meski demikian upaya membuka kembali akses jalan masih terus berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.
“Untuk menuju 100 persen itu sisanya berat, karena banyaknya pohon yang longsor. Seperti pohon aren (jake), terus pohon cempaka ada di sana. Itu yang berat. Kalau bisa menggunakan alat berat, mungkin hanya butuh waktu dua jam saja,” ucapnya.
Sementara itu, luas kebun warga yang longsor perkiraan mencapai 30 are. Arcana mengatakan kebun tersebut terisi berbagai pohon, mulai dari cengkih, enau, manggis, durian, dan sebagainya.
Selain merusak tanaman produktif, bangunan pelinggih, bale bengong, kolam ikan milik Nyoman Kayun juga mengalami kerusakan dampak longsor.
“Tadi pihak BPBD sudah wawancara secara lisan dengan pemilik kebun, estimasi (kerugian) sekitar Rp100 jutaan,” ucapnya. (BP/OKA)












