HARI INI, IA TAKUT MELIHAT HUJAN
# Hartanto Yudo Prasetyo #
hari ini, ia sedih melihat hujan
Denpasar, Rabu 10 September 2025
karena dahulu, ia bangga mengaku pengagum hujan
dari masa kanak-kanak, ia simpan hujan musim itu
dalam lukisan-lukisan mooi indie
saat remaja, ia warnai air hujan ke dalam puisi cinta
dengan tekun dan penuh syukur
sampai ketika usia paruh baya, hujan itu ia tawarkan
dengan konten dan podcast harian :
‘buy me sir,……buy me sir…..’
namun hari ini, ia takut dengan hujan, menghanyutkan
seluruh kenangan heroik dan romantis
film-film hitam putih kota ini
tajen di jaba pura, mabuk dari bemo roda tiga
seseorang menyenandungkan lagu kusir dokar
melarutkan setiap ingatan indah dan getir
tentang bau tanah kampung halaman
bunga beracun di tubir tebing
taman untuk latar foto prawedding
jamur tahi sapi di tepi jurang
aksesoris video reels 90 detik
hutan gelap, semak belukar, spot selfie
di sebantaran daerah aliran sungai
hari ini, ia sedih melihat hujan
tidak menemukan lubang tanah
hamparan biopori alami dan
wilayah resapan air telah tertutup
perumahan, penginapan dan tempat makan
mata tanah di sempadan itu hanya bisa ditandai
matahari dan mata hujan yang runcing
hari ini, ia takut melihat hujan
2025
PULANG KE SANUR
kamu di mana, sindu!
di perempatan, di bawah pohon beringin
kau menanyakan klinik bersalin
tempat kau dilahirkan
kau bertanya dengan bahasa Inggris
namun orang kulit putih yang kau temui
menjawab dengan bahasa Bali halus :
“tiyang ten uning…..”
di simpang jalan tanpa traffic light
kau bingung menemukan tanda belok kanan
menuju pantai. : bau masakan dari sebuah restorant
uap alkohol dan musik reggae dari sebuah pub
di jalan yang tertutup toko-toko souvenir
orang kulit putih. orang kulit kuning
orang kulit hitam. orang kulit sawomatang
keluar-masuk restoran. keluar masuk pub
hanya mengenakan bra dan celana dalam
tertawa-tawa, membicarakan asap marijuana
dan orgasme tropika. makan dan minum.
dilayani seorang berpakaian adat yang rapi
dihadapannya anak-anak akilbalik menari
kau dimana, sindu!? belum jam 00.00
pasar malam, kehidupan malam
balai banjar itu kosong melompong
dan gamelan berdebu menunggu hari raya
untuk ditabuh. umurmu berapa, sindu?!
kau telah melewati masa kanak-kanakmu
jangan berdiri menghadap ke belakang
melangkah ke depan ke masa lalu
semua yang masih dapat kau lihat
sudah ditawar dalam valuta asing.
kamu di mana, sindu!
2025
NEGERI PASIR
negeri yang lenyap
karena reklamasi tanganmu
negeri dengan kemarau basah
sepanjang tahunnya
negeri yang tumbuh
karena upacara air mata
air mata
yang menghidupi sebatang pohon
pohon pertama yang tumbang
sebelum gerai waralaba itu dibuka
pohon yang paling aku cintai
pohon asam yang menjulang
karena hujan asam
karena kemarau basah
sepanjang malam
sepanjang tahun
negeri yang tak akan aku temukan
lagi, dalam lukisan mooi indie
negeri yang hanya akan abadi
dalam sajakku
2025
TUHAN MARI BERMAIN DADU
tuhan mari bermain dadu
aku pertaruhkan setiap nasibku
nasibmu pun
aku pertaruhkan
tuhan mari bermain dadu
aku yudisthira
aku pertaruhkan diriku
bagi tahta yang bukan hak-milikku
ruang sidang terbuka ini
sedemikian senyap
mengadiliku
untuk sebuah hukuman mati
dibuang seumur hidup
dalam kesepian
2025
HARI GELAP DI NEGERI GELAP
di hari yang gelap
di negeri yang gelap
seorang tukang ojol mengantar orderan
ajal menjemputnya di tengah jalan
di petang yang gelap
di jalan yang gelap
baraccuda melindasnya
pesanan itu tidak pernah sampai ke pemesannya
sama halnya dengan suara demonstran
yang mengantar pesan rakyat ke penguasa
tidak pernah sampai ke istana dan gedung parlemen
barikade baraccuda dan police-line
merintangi amanat penderitaan rakyat
sampai ke tujuannya. penguasa dan wakil rakyat
tukang ojol itu hanya mengantar makanan
untuk seseorang yang lapar
namun kematiannya mengantar pesan penderitaan
yang dilindas tangan kekuasaan
dengan gelap mata menjarah rakyat
di hari hari yang gelap
di negeri yang gelap
2025
Biodata
Sinduputra. Lahir di Sanur, kini bermukim di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Buku puisinya: Di Lombok aku dapatkan puisi (2018), Buku Puisi Rumah © 19 (2023).










