DENPASAR, Balipolitika.com–Anggota MPR/DPD RI B-67, Niluh Putu Ary Pertami Djelantik mendorong lulusan SMK siap kerja, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.
Upaya itu salah satunya dilakukan melalui penguatan link and match dunia kerja dalam kerangka empat pilar kebangsaan serangkaian sosialisasi empat pilar MPR RI di Aula SMK Teknologi Nasional Denpasar, Jumat, 12 Desember 2025.
Berlatar belakang seorang pengusaha, khususnya perancang sepatu yang go internasional, Niluh Djelantik sadar betul bahwa pendidikan vokasi memegang peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap masuk ke dunia kerja.
Link and match antara lulusan SMK dan kebutuhan dunia usaha serta industri (DUDI) menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan transformasi digital.
“Kompetensi teknis saja tidak cukup. Dunia kerja membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap, tetapi juga berkarakter kuat, beretika, memiliki daya juang, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh. Di sinilah pentingnya penguatan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi moral dan karakter bagi siswa SMK untuk memasuki dunia profesional,” ungkap Niluh Djelantik.
Imbuh Niluh Djelantik, empat pilar tidak hadir sebagai konsep normatif, tetapi sebagai nilai yang membentuk etika kerja, tanggung jawab, kolaborasi, sikap toleransi, hingga kemampuan berkontribusi dalam keberagaman.
Dunia industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memahami etika, integritas, perbedaan budaya, serta kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Dialog Pendidikan Vokasi bertema “Menyiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja, Berkarakter, dan Berwawasan Kebangsaan: Penguatan Link and Match Dunia Kerja dalam Kerangka Empat Pilar Kebangsaan” ini, siswa SMK Teknologi Nasional Denpasar diharapkan mampu memahami pentingnya penyelarasan kompetensi, karakter, dan wawasan kebangsaan sebagai bekal memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif dan global.
Dalam rangka memberikan bekal ilmu pengetahuan yang dibutuhkan siswa merespons dunia kerja saat ini, Niluh Djelantik menggaet CEO PT. Inovasi Digital, I Made Winardana, S.Kom., M.Kom.
Kepala SMK Teknologi Nasional Denpasar, Dr.Gr. Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd., M.Pd, CH, C.Med menjabarkan sejumlah tujuan yang ingin dicapai dalam acara bertajuk “Menyiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja, Berkarakter, dan Berwawasan Kebangsaan: Penguatan Link and Match Dunia Kerja dalam Kerangka Empat Pilar Kebangsaan”.
Pertama, menguatkan pemahaman siswa terkait kebutuhan kompetensi dunia kerja di era digital.
Kedua, menyosialisasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan sebagai dasar karakter dan etika kerja siswa SMK.
Ketiga, menumbuhkan sikap profesional, disiplin, toleran, dan bertanggung jawab sebagai calon tenaga kerja.
Keempat, membangun pemahaman tentang tantangan dan peluang link & match dalam dunia industri teknologi dan digital.
Kelima, mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemangku kebijakan, dan pelaku industri untuk memperkuat kualitas lulusan SMK.
Dipandu oleh moderator I Wayan Dite, M.Pd. yang juga guru SMK Teknologi Nasional, Ketua Perdiknas Denpasar, Dr. Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda membuka acara sembari berharap sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam membekali siswa SMK Teknologi Nasional Denpasar dengan pemahaman menyeluruh tentang kesiapan kerja, karakter kebangsaan, dan etika profesional.
Dr. Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda menambahkan penguatan empat pilar kebangsaan dan dialog vokasi membuka ruang bagi generasi muda menjadi tenaga kerja unggul yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat dan komitmen untuk berkontribusi bagi Indonesia.
Pada acara inti, Niluh Djelantik menjabarkan materi tentang “Karakter Kebangsaan sebagai Fondasi Kesiapan Kerja Siswa SMK”.
Ungkapnya, Pancasila berfungsi sebagai dasar etika profesi dan perilaku kerja sementara UUD 1945 mengatur hak dan kewajiban tenaga kerja muda.
Niluh Djelantik juga menjelaskan posisi NKRI dan peran generasi muda dalam pembangunan nasional.
Termasuk konsep Bhinneka Tunggal Ika dan kemampuan bekerja dalam keberagaman.
Hal tersebut ujung-ujungnya adalah kontribusi maksimal lulusan vokasi dalam memperkuat daya saing bangsa.
Sementara narasumber I Made Winardana, S.Kom., M.Kom mengulas materi “Link and Match Dunia Pendidikan Vokasi dengan Industri Digital”.
Sejumlah hal penting yang ditekankan narasumber yang juga CEO PT. Inovasi Digital ini mencakup tren kebutuhan tenaga kerja industri digital; kompetensi hard skills and soft skills yang dibutuhkan saat ini; etika kerja dalam ekosistem industri teknologi; peluang karier bagi lulusan SMK di sektor digital; dan persiapan mental dan karakter untuk sukses di dunia kerja.
“Kami berharap siswa memahami pentingnya link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Termasuk memahami peran empat pilar kebangsaan dalam membentuk karakter dan etika kerja,” ucap Niluh Djelantik.
Lebih jauh, pihaknya juga berharap terbentuk lulusan SMK yang kompeten, profesional, berintegritas, dan siap bersaing secara nasional maupun global.
“Kondisi ideal ini bisa terwujud jika terbangun sinergi antara lembaga pendidikan, pemangku kebijakan, dan pelaku industri,” tegas Niluh Djelantik. (bp/ken)










