TABANAN, Balipolitika.com– Rumah petani Angseri ludes terbakar. Api melalap rumah itu diduga akibat korsleting listrik. Akibat kejadian ini, petani itu merugi ratusan juta.
Warga Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, dikejutkan oleh peristiwa kebakaran hebat yang menghanguskan rumah seorang petani. Kobaran api membakar rumah milik I Wayan Suardana pada hari Rabu pagi sekitar pukul 08.30 Waktu Indonesia Tengah. Aparat kepolisian Polsek Baturiti segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengidentifikasi penyebab.
“Kami menduga api berasal dari korsleting listrik di kamar nomor dua, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta,” terang Kasi Humas Polres Tabanan, I Gusti Made Berata, Rabu (8/10).
I Wayan Suardana meninggalkan rumah pada pukul 06.30 pagi untuk menghadiri upacara kremasi di daerah Bedha sebelum musibah itu terjadi. Korban lupa mencabut kabel listrik roll yang terhubung ke televisi dan melintang di samping kasur miliknya. Sekitar pukul 08.30 WITA, saksi-saksi mendengar suara ledakan kecil yang kemudian disusul kobaran api besar dari kamar korban.
“Korban mengetahui rumahnya terbakar setelah diberitahu adiknya yang ditelpon warga yang melihat rumahnya dilalap api,” jelas Berata.
Dua orang saksi, I Wayan Wenten dan Ni Nyoman Nestri, yang merupakan sepupu korban, mendengar ledakan kecil ketika mereka sedang membuat anyaman keranjang. Mereka melihat api sudah membesar di kamar korban sehingga langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar yang sedang menggelar hajatan pernikahan. Dua unit mobil pemadam kebakaran rumah di Tabanan dari Pemda Tabanan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WITA dan berhasil memadamkan api satu jam kemudian.
“Warga yang sedang mengadakan acara pernikahan langsung berdatangan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya,” kata Berata.
Kerugian Kebakaran Ditaksir Ratusan Juta
Kepolisian Sektor Baturiti telah melakukan identifikasi, pemotretan, serta menginterogasi para saksi terkait insiden ini untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal korsleting listrik menjadi pemicu utama timbulnya api yang menghanguskan sebagian besar bangunan rumah tersebut. Pihak berwajib mencatat tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, tetapi kerugian kebakaran material ditaksir mencapai angka Rp300.000.000,00.
“Korban I Wayan Suardana menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi,” tutup Berata.
Polsek Baturiti terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa yang menghanguskan rumah petani ini. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah musibah serupa. Kejadian ini mengingatkan masyarakat akan bahaya kelalaian penggunaan peralatan listrik. (BP/CHA).













