BADUNG, Balipolitika.com- Anak raja yang terfitnah. Kali ini kita akan mengulik, perjalanan Sira Arya Sentong dan bagaimana Desa Sobangan terbentuk.
Setiap nama desa memiliki latar belakang sejarah tersendiri. Begitu juga dengan riwayat unik sejarah Desa Sobangan di Badung. Dahulu, desa ini dikenal dengan nama Padang Jerak. Perubahan nama Padang Jerak terjadi seiring berjalannya waktu. Sira Arya Sentong mengganti nama desa ini. Ia datang langsung dari Puri Ida Dalem Gelgel.
Perjalanan Spiritual Sira Arya Sentong
Sira Arya Sentong meninggalkan Puri tanpa tujuan pasti. Patih-patih lain di Puri telah menfitnah dirinya. Karena fitnah itulah ia harus berkelana. Ia mencari tempat suci untuk melakukan semedi. Ia meminta petunjuk Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ia tiba di Alas Baha pada abad ke-14. Di sana, ia melakukan semedi untuk mencari petunjuk.
Ia mendapat anugerah di Pacung Ampel Gading. Mereka kemudian membangun Pura Pengaruman di tempat itu. Pura tersebut juga dikenal sebagai Alas Arum. Ia melanjutkan perjalanannya menuju utara dari sana. Ia melintasi beberapa desa dalam perjalanan panjangnya. Ia akhirnya menemukan tanah yang luas dan subur. Tempat subur yang ia temukan bernama Padang Jerak.
Seiring berjalannya waktu, Sira Arya Sentong memiliki dua putra. Putra-putra itu bernama I Gusti Ngurah Ayunan dan I Gusti Ngurah Tama. I Gusti Ngurah Ayunan menjadi raja di wilayah Perean. Ia berganti nama menjadi I Gusti Pacung Sakti. Nama tersebut adalah pemberian dari Sira Arya Sentong. Nama ini merupakan warisan langsung dari ayahnya sendiri.
Desa Padang Jerak memiliki penduduk yang campuran. Penduduk tinggal di sini berasal dari berbagai daerah. Mereka datang dari DT Gantung dan Pasek Pangkung Prabu. Penduduk lain datang dari Dewanegari. Beberapa orang menjadi pengikut Gusti Pacung Sakti.
Makna ‘Engsub-Engsuban’ dan Basis Perjuangan
Nama Padang Jerak lalu diganti menjadi Sobangan. Nama ini diambil dari istilah bahasa Bali, engsub-engsuban. Kata ini berarti desa berpenduduk dari berbagai daerah. Hal ini terbukti benar hingga saat ini. Banyak penduduk pendatang tinggal di Desa Sobangan.
Kata Sobangan juga berasal dari kata Sub dan Bang. Kata Sub berarti lebih banyak penduduk pendatang. Kata Bang memiliki arti merah atau berani. Jadi, Desa Sobangan menjadi basis perjuangan kemerdekaan. Ini terjadi selama masa revolusi fisik. Makna Sobangan menjadi semangat perlawanan.
Desa Sobangan merupakan pemekaran dari Desa Baha. Pemekaran ini diprakarsai oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka berasal dari empat Banjar Dinas Desa Baha Utara. Tujuan pemekaran adalah mempercepat pelayanan. Jumlah kepala keluarga sudah mencukupi kriteria.
Usulan pemekaran tersebut akhirnya disetujui. Keputusan Gubernur Bali disahkan tanggal 21 Oktober 1991. Desa ini menjadi Desa Definitif pada tanggal 9 Desember 1993. Sejarah Desa Sobangan adalah kisah pengorbanan dan persatuan. (BP/CHA).
Sumber Artikel: https://desasobangan.badungkab.go.id/sejarah-desa













