JEMBRANA,Balipolitika.com– Aksi nekat seorang pria berinisial D yang diduga melakukan tindakan asusila berakhir tragis di jalur maut Desa Kaliakah pada Minggu malam. Korban berinisial IDAM melakukan pengejaran secara berani setelah mendapatkan perlakuan tidak senonoh saat berkendara sendirian di jalanan sepi. Pelaku yang memacu motor Honda ADV dengan kecepatan tinggi itu akhirnya kehilangan kendali hingga menghantam tiang bangunan beton.
“Kami segera meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima laporan warga mengenai kecelakaan tunggal yang melibatkan terduga pelaku pelecehan seksual tersebut,” kata Kapolsek Negara AKP Andi Prasetyo.
Insiden ini bermula ketika IDAM sedang menempuh perjalanan pulang menuju rumahnya di wilayah Kecamatan Melaya menggunakan sepeda motor. Pelaku muncul dari arah belakang secara tiba-tiba kemudian memepet kendaraan korban di kawasan gelap Jalan Pangkung Liplip. Pria tersebut diduga melakukan kontak fisik secara paksa yang membuat korban terkejut sekaligus merasa sangat terhina.
“Saya merasa sangat trauma karena pelaku tiba-tiba menyentuh tubuh saya saat kondisi jalanan sedang sangat sepi dan minim penerangan,” ujar IDAM saat memberikan keterangan awal kepada polisi.
Korban menuturkan kepada Polisi, usai mendapat perlakuan tak mengenakan, ia yang merasa tidak terima langsung memutar gas untuk mengejar pelaku. Terduga pelaku, usai melancarkan aksinya berusaha melarikan diri ke arah utara. Aksi kejar-kejaran ini berlangsung sejauh beberapa kilometer, melewati medan jalan yang cukup berliku dan berbahaya. Pelaku yang dikejar, nampak panik sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraannya saat melintasi tikungan tajam di dekat area pembuangan sampah.
“Terduga pelaku memacu motor dengan sangat kencang karena merasa ketakutan saat melihat korban terus membuntuti posisinya dari belakang sejak awal,” tutur saksi mata di lokasi kejadian.
Motor Honda ADV milik pelaku menghantam tiang balai subak dengan sangat keras hingga terpental masuk ke dalam saluran irigasi. Warga setempat yang mendengar suara benturan keras langsung berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan pertama kepada terduga pelaku. Mereka menemukan pelaku dalam kondisi merintih kesakitan karena mengalami luka serius pada bagian kaki kiri akibat benturan hebat tersebut.
“Kondisi kaki kiri pelaku nampak patah tulang dan ada banyak luka lecet di sekujur tubuhnya akibat menghantam tiang beton bangunan,” ucap seorang warga yang membantu proses evakuasi pelaku dari dasar selokan irigasi Desa Kaliakah.
Petugas kepolisian segera mengamankan lokasi kejadian guna menghindari amuk massa yang mulai berkumpul karena mengetahui latar belakang kecelakaan tersebut. Tim medis mengevakuasi pria berinisial D itu menuju Rumah Sakit Umum Negara agar segera mendapatkan tindakan operasi medis. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat menjalankan aksi bejatnya.
“Penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah namun proses hukum terhadap dugaan pelecehan seksual ini akan terus kami jalankan,” tegas AKP Andi Prasetyo.
Saat ini pihak kepolisian tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian serta memeriksa rekaman kamera pengawas. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kriminalitas di jalanan yang minim lampu penerangan. Polsek Negara berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini secara transparan agar memberikan rasa keadilan bagi korban yang mengalami gangguan psikis.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera melaporkan setiap tindakan mencurigakan kepada aparat terdekat guna menjaga keamanan wilayah hukum kami,” pungkas Andi. (BP/CHA).













