DENPASAR, Balipolitika.com– Perkuat pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di kawasan Segitiga Karang kembali ditegaskan melalui kegiatan bertajuk “Capacity Building and Stewardship in the Coral Triangle” yang digelar hybrid dari Denpasar, Bali, dan diikuti peserta dari berbagai negara melalui platform daring, Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Coral Triangle Center bersama mitra regional dan internasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kapasitas (capacity building) sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Membuka kegiatan, Executive Director Coral Triangle Center, Rili Djohani menekankan bahwa tantangan pengelolaan laut saat ini tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia.
“Penguatan kapasitas dan kolaborasi adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan laut di kawasan Segitiga Karang,” ujarnya.
Selanjutnya, sambutan resmi disampaikan oleh Ir. A. Koswara, Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sekaligus Chair CTI-CFF Council of Senior Officials.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong implementasi ekonomi biru melalui penguatan kapasitas di sektor kelautan dan perikanan.
“Capacity building menjadi fondasi utama dalam implementasi ekonomi biru, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan di kawasan ini,” jelasnya.
Memperkuat perspektif regional, Dr. Frank Griffin, Executive Director CTI-CFF Regional Secretariat menyoroti pentingnya kolaborasi antar negara dalam menghadapi tantangan bersama di kawasan Segitiga Karang.
“Kemajuan di kawasan Segitiga Karang hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan pertukaran pengetahuan antar negara,” ungkapnya.
Selain sesi pembukaan, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai diskusi strategis, mulai dari pemaparan roadmap capacity building regional, pengenalan Capacity Building Repository sebagai pusat pengetahuan, hingga berbagi praktik terbaik dari Filipina dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.
Kawasan Segitiga Karang sendiri dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia, namun saat ini menghadapi berbagai tekanan seperti perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya.
Oleh karena itu, pendekatan berbasis pengetahuan dan penguatan kapasitas menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan ekosistem laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar negara dan pemangku kepentingan, sehingga upaya perlindungan dan pengelolaan laut di kawasan Segitiga Karang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (bp/ken)













