BALI, Balipolitika.com – Fakta menarik terungkap, tatkala podcast ibunda mendiang Timothy dengan Denny Sumargo. Terungkap, ternyata pasca jatuh dari lantai 4 gedung FISIP di kampus Unud, Sudirman.
Mendiang Timi, sapaan akrab Timothy tidak langsung meninggal dunia. Kala itu usai kejadian memilukan tersebut, sang pembimbing akademik langsung menghubungi ibundanya.
“Beliau bilang agar saya segera ke RSUP Prof Ngoerah, saya pikir ada apa ini,” jelas ibundanya. Ia mengira Timi hanya terjatuh atau luka ringan, ia tidak menyangka Timi akan terjatuh dari lantai setinggi itu.
Namun saat itu, ibundanya bersaksi bahwa Timi masih sadar dan memberikan sepatah dua patah kata padanya. Kondisi tubuhnya pun utuh, tidak ada yang signifikan. Hanya saja dokter mengamini jika ada yang patah.
Ibundanya bahkan bertanya ke Timi, ia sebenarnya jatuh dari lantai 4. Setelah info simpang siur lokasi tepat lantai berapa korban terjatuh di gedung FISIP.
“Saya tidak bertanya, apakah terjatuh atau ada yang mendorong. Tidak ada niat sama sekali di suasana seperti itu,” kata ibundanya dengan suara bergetar. Itu karena ia sudah kehabisan tenaga melihat kondisi anaknya.
Sehingga sang ibu hanya fokus ke anaknya saja. “Timi pegang tangan Tuhan Yesus ya,” kata ibundanya dan tangisnya pun pecah. Timi pun walau kesakitan tetap menahan dirinya agar ibundanya tidak khawatir.
Timi bahkan masih dalam proses observasi, tatkala masih ibunya temani hingga masuk ke ruang rontgen. Lalu ke tempat CT Scan, dan masih ada observasi lagi di ruang IGD.
Ibundanya masih bolak-balik mencari signal untuk menelepon beberapa orang. Kala itu, ada pihak medis yang menghampirinya dan mengatakan Timi sudah hilang nafas.
Akhirnya tindakan inkubasi terhadap Timi, setelah sang ibu setuju. “Pada saat Timi inkubasi saya bisa lihat semua prosesnya,” ucap ibunya kembali dengan nada biasa tidak bergetar lagi.
Kemudian pada saat proses mengusahakan Timi agar tetap hidup, ibundanya terus berdoa dan ia merasakan ada sesuatu yang turun ke dirinya.
Seperti ada kedamaian dan sejahtera yang turun ke dirinya, dari sana ibundanya mendapat keikhlasan tatkala penanganan Timi oleh tim medis.
“Jadi waktu mereka copotin semua sensor dan sebagainya, saya hanya diam saja karena saya tahu dia dalam kasih sayang Tuhan,” sebut ibundanya sembari tersenyum.
Timi, kata dia, lahir di Banjarnegara dan merupakan anak baik periang. Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi pada siapa pun dan malah mendoakan kedamaian semua orang. Hal ini mendapat pujian netizen, karena melihat luas dan lapangnya hati ibunda mendiang Timothy. (BP/OKA)













