NASIONAL, Balipolitika.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, informasi yang menyebut terduga pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading adalah anak anggota Polri tidak benar.
Sigit memastikan terduga pelaku merupakan siswa yang berasal dari lingkungan sekolah tersebut. “Untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan. Informasi sementara, memang dari lingkungan sekolah tersebut,” jelasnya.
Penyidik saat ini masih mendalami identitas, riwayat, dan latar belakang pelaku termasuk situasi sosialnya di sekolah.
“Anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” jelasnya.
Dengan begitu, Kapolri meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh. “Motif sedang kita dalami. Tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat rilis,” katanya.
Selain menimbulkan kepanikan, ledakan tersebut menyebabkan sejumlah orang luka-luka di mana sebagian adalah siswa SMAN 72 Jakarta. Jumlah korban kurang lebih mencapai 50 atau 60 orang.
Kepolisian mendalami insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11). Sejumlah guru dan siswa laki-laki tampak menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) dengan beberapa pihak kepolisian.
Pantauan di dalam lingkungan SMAN 72 Jakarta, sekitar pukul 19.26 WIB, puluhan lebih aparat, yang terdiri dari kepolisian dan TNI tampak masih berada di dalam sekolah. Hampir di setiap sudut lantai satu sekolah terjaga oleh petugas keamanan.
Selanjutnya, sejumlah guru dan siswa laki-laki tampak berada di ruang guru SMAN 72. Ruangan tersebut berisi meja-meja dan kursi-kursi untuk para guru.
Para guru dan siswa berkumpul di beberapa meja yang berdekatan. Mereka tampak berbincang sesuatu. Beberapa di antara mereka ada yang duduk dan ada yang berdiri.
Kemudian, di depan barisan meja dan kursi yang masing-masingnya hanya muat untuk satu guru itu, terdapat meja panjang dan kursi-kursi yang mengelilinginya.
Sekitar dua hingga tiga anggota kepolisian duduk di kursi yang tersedia. Mereka mewawancarai sejumlah guru dan siswa secara bergantian.
Wawancara atau aktivitas tanya-jawab itu dalam rangka pemeriksaan BAP terkait insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72, pada Jumat siang. Satu dari sejumlah anggota polisi berseragam yang ada di lokasi mengungkapkan proses BAP masih berlangsung.
“Iya ini masih pemeriksaan, masih di BAP,” ucap polisi itu, saat dia sedang berbincang dengan seseorang via telepon.
Kepala Seleksi SMP-SMA Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara, Acep mengatakan, para guru dan siswa yang sudah pihak kepolisian periksa sudah bisa pulang.
“Sudah bisa pulang, tapi menunggu dulu, mau memastikan orang tua murid sudah mendampingi korban yang di rumah sakit,” kata Acep, di SMAN 72 Jakarta. Beberapa guru enggan untuk wawancara. Mereka mengatakan, keterangan sudah kepada pihak kepolisian dalam proses BAP.
Sementara itu, sejumlah petugas Puslabfor Polri tampak menjajarkan sejumlah barang bukti di masjid yang dugaan sebagai titik utama ledakan. Beberapa barang bukti di atas sebuah kain putih yang terbentangkan di dekat mimbar masjid.
Dalam proses peletakan barang bukti, petugas Puslabfor menggunakan sarung tangan disposable alias sekali pakai. Dua anggota Puslabfor Polri mengambil beberapa barang bukti dari kardus-kardus tempat penyimpanan barang bukti. Beberapa barang bukti itu, sebuah senjata dan sebuah obeng. (BP/OKA)









