TABANAN, Balipolitika.com– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan meninjau langsung fasilitas publik yang sedang viral pada jagat media sosial. Pejabat publik tersebut mendatangi lokasi guna melihat kerusakan infrastruktur olahraga yang memicu kemarahan masyarakat luas. Proyek penataan area olahraga di Kecamatan Penebel tersebut kedapatan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
“Saya selaku kader (PDI Perjuangan, red) di Penebel langsung turun melihat kondisi lapangan yang dibiayai kurang lebih 2,2 miliaran,” ujar Ketua dprd tabanan Nyoman Arnawa saat memberikan keterangan pers, Kamis (21/5/2026).
Kata Arnawa, warga setempat mengeluhkan kualitas pengerjaan proyek pemerintah daerah yang terkesan asal-asalan dan minim pengawasan tersebut. Fasilitas publik yang baru berumur satu tahun ini sudah mengalami kerusakan fisik pada berbagai macam sudut area. Rumput liar tampak tumbuh subur menutupi permukaan tanah sehingga mematikan seluruh aktivitas olahraga para remaja.
“Kondisi lapangan memprihatinkan sesuai informasi dari warga dan yang juga viral di media sosial. Lapangan ini baru ditata menelan biaya hampir 2,2 Miliar malah kondisinya sudah kembali tidak terawat,” kata nya.
Aparat pemerintah daerah dituding hanya fokus pada penyerapan anggaran pembangunan fisik tanpa memikirkan keberlanjutan fungsi fasilitas publik. Jalur joging yang menggunakan material paving blok kini mulai hancur berantakan karena ketiadaan manajemen pengelolaan berkala. Ketidakhadiran petugas kebersihan membuat kawasan ruang terbuka hijau tersebut menjadi daerah yang sangat menyeramkan.
“Setelah selesai dikerjakan, jogging track yang sudah dipaving tidak ada pemeliharaan sama sekali saya melihatnya,” tuturnya.
Pihak legislatif mendesak eksekutif untuk segera menyusun regulasi ketat mengenai alokasi dana pemeliharaan seluruh aset daerah. Anggaran pendapatan dan belanja daerah dinilai akan terbuang sia-sia jika bangunan sarana prasarana dibiarkan rusak begitu saja. Fenomena bangunan terbengkalai seperti ini rawan memicu kerugian finansial yang sangat besar bagi kas daerah.
“Jadi jangan kita hanya bisa membangun namun tidak bisa memelihara,” ungkap Nyoman Arnawa.
Arnawa mendesak kepada seluruh jajaran pemangku kebijakan untuk merumuskan solusi jangka pendek guna menyelamatkan aset Penebel. Ia akan mengawal proses pengajuan biaya perawatan rutin pada rapat kerja triwulan depan. Pemulihan fungsi lapangan sangat krusial demi memfasilitasi kebutuhan rekreasi serta olahraga sehat bagi warga setempat.
“Jangan sampai seperti lapangan ini sia-sia anggaran kita kasihan melihat kondisinya,” pungkas Arnawa. (BP/CHA).









