TAK KUNJUNG SURUT: Situasi di Desa Tengading, Manggis, Karangasem, banjir belum juga surut. (Sumber: Gung Kris)
KARANGASEM, Balipolitika.com – Banjir dan Tanah Longsor masih rawan terjadi di Kabupaten Karangasem, seperti yang terjadi di Desa Tengading, Manggis, dan Desa Batu Gede, Duda Timur, banyak warga yang belum tersentuh bantuan hingga kini, Jumat, 19 September 2025.
Diungkapkan salah satu warga Desa Tengading, mengaku sudah hampir sepekan banjir tak kunjung surut dan air masih menggenangi rumah setinggi lutut orang dewasa, berharap Pemerintah segera mencari solusi untuk warga terdampak, mengingat sudah mulai muncul jentik nyamuk di genangan air, dikhawatirkan warga akan memunculkan penyakit.
“Sudah hampir seminggu ini. Bantuan sudah ada beberapa, dari BRI. Kami berharap ada solusi untuk banjirnya,” ungkap salah satu warga, Rabu, 16 September 2025.

Tak hanya itu, keluhan juga diungkapkan seorang warga Desa Batu Gede, Duda Timur, yang wilayahnya sempat terisolasi akibat Tanah Longsor, mengatakan sebanyak 70 orang warga belum menerima bantuan sosial. Berharap ada bantuan yang bisa menyasar warga Batu Gede, pasca peristiwa Tanah Longsor.

Mengetahui situasi yang terjadi di Karangasem, Komunitas Motor Plawa Cycles bergerak menyalurkan bantuan kepada warga di dua desa tersebut, sebanyak 140 paket sembako dibagikan kepada warga terdampak, masing-masing desa menerima 70 paket.
“Semoga melalui bantuan yang di donasikan paket sembako yang kami salurkan bisa bermanfaat buat para korban banjir dan longsor di Karangasem,” ungkap Ryan Mariata, perwakilan Plawa Cycles. (bp/gk)













