BALI, Balipolitika.com – Jenazah MS, pria 37 tahun asal Pasuruan, Jawa Timur, ternyata adalah korban jiwa dari tenggelamnya kapal motor KMP Tunu Pratama Jaya beberapa waktu lalu.
Penemuan jenazahnya sempat membuat nelayan dan warga pesisir pantai di Gilimanuk kaget. Namun setelah identifikasi, ternyata ia adalah salah satu korban KMP Tunu.
Polda Bali pun menyerahkan jenazah serta dokumen pendukung, korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Kamar Jenazah RSU Negara, Jembrana, Selasa (7/10) siang.
“Kami mengkonfirmasi bahwa sesuai hasil pemeriksaan, jenazah adalah salah satu korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam 2 Juli lalu,” ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.
Jenazah Syakur pertama kali terlihat nelayan setempat di pesisir Pantai Penginuman, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Penemuan jenazah tersebut langsung ia beritahu ke petugas terdekat. Petugas lantas datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Menurut informasi, seorang nelayan yang merupakan saksi awalnya melihat sosok jenazah tersebut mengapung sekitar pukul 12.30 WITA.
Karena penasaran, saksi yang bernama Lukman lantas mendekatinya. Dan yang mengapung adalah sosok mayat. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Syakur salah satu korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam tiga bulan lalu. Jenazah Syakur masih mengenakan jaket dan celana training warna hitam serta sejumlah identitas penting.
Selain identitas diri yang bersangkutan, juga ditemukan identitas kendaraan roda dua, kunci sepeda motor hingga sejumlah uang tunai senilai Rp 1,4 juta lebih dalam tasnya.
Setelah penemuan, petugas lantas mendatangani lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta identifikasi awal. Setelah itu, jenazah kemudian terbawa menuju RSU Negara dengan mobil ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana.
Tim INAFIS kemudian melakukan identifikasi lanjutan guna mengungkap kebenaran identitas jenazah tersebut serta penyebab kematiannya.
Sementara itu, petugas DVI Bid Dokkes Polda Bali, dr Eni menyebutkan, ciri identik yang menunjukkan jenazah adalah korban KMP Tunu Pratama Jaya adalah pada celah pada rahang atas (sumbing) dan sudah konfirmasi ke pihak keluarga.
Kemudian juga dengan pakaian yang korban pakai, serta identitas pribadi dan kendaraan yang masih melekat pada tubuh korban.
Setelah ini, pihak DVI Polda Bali bakal melaporkan temuan jenazah yang terkonfirmasi sebagai korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ke posko induk di Jawa Timur.
Setelah proses serah terima, peti jenazah korban kapal tenggelam di Selat Bali pada tiga bulan lalu tersebut lantas menggunakan ambulans menuju rumah duka di Pasuruan.
Pihak keluarga korban juga sudah datang ke Jembrana untuk memastikannya. Mereka berkoodinasi dengan Polres Jembrana serta RSU Negara. Pihak keluarga meyakini jenazah tersebut adalah korban KMP Tunu karena melihat sesuai fisik dan pakaian yang korban pakai.
Selain itu, korban juga mengendarai mobil pikap dengan muatan mebel dan sering melakukan pengiriman Jawa-Bali. Selain itu, yang identik adalah penggunaan jimat pada pinggang korban.
“Kami (keluarga) mendapat informasi dari kepolisian di Pasuruan bahwa ada penemuan jenazah dan diduga korban dari kapal tenggelam,” sepupu korban, Muhamad Hasan (43) dan keluarga lainnya di RSU Negara, Selasa (7/10).
Dia melanjutkan, ketika melihat fotonya tersebut, keluarga mulai memastikan bahwa jenazah tersebut adalah keluarganya. Melihat dari pakaian yang ia gunakan yakni celana pendek dan jaket serta tas pinggang yang melekat.
Dia mengungkapkan, korban Syakur tersebut merupakan pengusaha meubel yang sering atau biasa mengirim barang ke Bali. Selain itu, ciri identik yang paling diingat keluarga adalah sejak kecil ada bibir sumbing atau pada bagian giginya tidak begitu rata. (BP/OKA)











