TABANAN, Balipolitika.com– Bagaimana ending kisah dokter spesialis mata berinisial dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. yang super viral karena digerebek berduaan di atas ranjang bersama Pria Idaman Lain alias PIL oleh suami dan anak kandung beberapa waktu lalu?
Apakah ada sanksi dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Tabanan atau induk organisasi profesi kedokteran yang menaungi dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. agar perilakunya tidak ditiru oleh dokter-dokter lainnya, khususnya yang muda-muda?
Dilansir dari situs ALODOKTER yang terhubung dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tertera bahwa dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. melayani sejumlah tindakan medis, antara lain oftalmoskopi, operasi katarak, operasi mata, operasi vitreoretina, operasi pterigium, pemeriksaan glaukoma, pemeriksaan dan konsultasi mata, dan pemeriksaan visus mata.
Pada situs yang sama juga tertera pengalaman praktik dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. sebagai dokter mata Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Tabanan.
Terkait riwayat pendidikan, dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. adalah jebolan Sp.M atau spesialis mata Universitas Udayana.
Dikonfirmasi terkait sanksi atau apresiasi yang diberikan kepada dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. karena sosoknya begitu viral di media sosial, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Tabanan, dr. Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini, S.Ked., M.M. mengaku belum bisa berkomentar terkait kasus tersebut.
“Om Swastyastu. Selamat sore. Inggih benar yang bersangkutan adalah sejawat yang berpraktik part timer di rumah sakit kami. Namun, mohon maaf, saya kebetulan sedang tugas luar. Jadi belum bisa memberikan respons. Saya perlu mendalami dulu informasi ini dan melakukan koordinasi internal. Dokter yang bersangkutan juga kebetulan mengambil cuti. Jadi memang tidak praktik. Terima kasih sudah mengontak,” jawab dr. Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini, S.Ked., M.M. santun.
Diberitakan sebelumnya, pada kolom ulasan dokter situs ALODOKTER, tertera respons positif pasien terhadap sosok dr. NWS, M.Biomed, Sp.M.
“Walau kantor agak sempit untuk kursi roda, dr. S cukup ramah dan memberikan keterangan yang jelas,” puji pasien 1.
“Dr. S walaupun sibuk cukup ramah. Pelayannya personal dan profesional dengan penjelasan yang mudah dimengerti,” ungkap pasien 2 dalam situs ALODOKTER.
Untuk biaya konsultasi dengan dr. NWS, M.Biomed, Sp.M., aplikasi ALODOKTER mencantumkan angka Rp375.000.
Menamatkan pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Udayana, dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. juga terhimpun dalam organisasi Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).
“Bergetar katanya kemarin RS XXX. Nonton video ibu dokter digerebek. Suaminya Bu Dokter seorang PNS. Itu yang gondrong anaknya. Namanya Dokter XXX. Dia tidak tahu jika cowok itu sedang banyak kasus mungkin,” ucap salah seorang sumber Redaksi Balipolitika.com pasca viral video ibu dokter digerebek bersama selingkuhannya.
Dalam penelusuran diketahui bahwa perempuan berbaju hitam itu berinisial dr. NWS, M.Biomed, Sp.M.
Sebagai seorang dokter spesialis mata alias oftalmologis, dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. sehari-hari praktik di sejumlah rumah sakit di Tabanan.
Beberapa hari sebelum digerebek, dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. selaku PKRS dan SMF Mata RSUD Tabanan jadi narasumber kegiatan Penyuluhan Computer Vision Syndrome (CVS) dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2025.
Pada saat itu dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. menjelaskan Computer Vision Syndrome (CVS) disebabkan oleh posisi buruk saat penggunaan komputer, silau atau pantulan, gambar kabur atau gambar yang terlalu redup atau terlalu terang, penggunaan kacamata yang tidak sesuai dengan posisi dan jarak pengguna dari layar.
dr. NWS, M.Biomed, Sp.M. juga menjelaskan gejala-gejala Computer Vision Syndrome antara lain penglihatan ganda, penglihatan buram, nyeri kepala, mata lelah, mata merah dan berair serta nyeri leher dan punggung. (bp/tim)













