BADUNG, Balipolitika.com– Pangeratep Karya Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Pura Segara, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Anggara Kliwon Medangsia, Senin, 8 Desember 2025 berlangsung meriah dengan hadirnya sosok Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.
Disapa langsung oleh Kelian Desa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa bersama Ketua Panitia Karya, I Made Suada, dan tokoh adat setempat, Giri Prasta disambut 450 penari pendet dari 15 banjar di Jaba Pura Segara, Pantai Melasti.
“Bapak Gubernur pinaka Murdaning Jagat Bali sane keangganin oleh Bapak Wakil Gubernur sane mawasta Bapak I Nyoman Giri Prasta sane dahat mustikang titiang,” ucap Disel Astawa memulai sambutannya.
Semula, acara yang juga dihadiri anggota DPRD Badung, I Wayan Sugita Putra, Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, Perbekel Desa Ungasan, I Made Kari, Kapolsek Kuta Selatan, Koramil 1 Kuta Selatan, Majelis Alit Kuta Selatan itu tampak tegang.
Suasana mulai reda saat Disel Astawa dengan gayanya yang khas menyebut sosok Ibu PKK Ungasan dan PKK Plaga bagaikan ujung keris dan gagangnya di mana keduanya sama-sama cantik serta menarik.
“Ibu-ibu PKK di Plaga dan Ungasan, sama-sama cantik,” ujar sosok yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bali itu.
Menarik diketahui publik, Disel Astawa menyebutkan bahwa pada kisaran 13 tahun lalu saat Desa Ungasan dipimpin oleh Perbekel I Wayan Sugita Putra (2009-2015) bersama Bendesa Adat Ungasan, Ketut Macin, tepatnya pada tahun 2012, dibahas upaya membuat jalan yang representatif sebagai jalur upacara keagamaan, khususnya melasti.
“Pura Segara ini disungsung oleh 48 paibon, panti, merajan, dan dadia di Desa Adat Ungasan (yang mengikuti upacara Melasti, red) dulu berdesakan melewati jalan yang lebarnya hanya 1 meter. Saat ini, berkat dukungan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Badung di era kepemimpinan Bapak I Nyoman Giri Prasta, sudah becik (bagus, luas, red),” ungkap Disel Astawa.
Selanjutnya pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Badung melakukan pengaspalan jalan sekaligus pemasangan paving sehingga lokasi upacara Melasti semakin representatif.
Setahun berselang, Pantai Melasti, Desa Ungasan mendapat status sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) berdasarkan Peraturan Bupati Badung Nomor 4 Tahun 2018 tanggal 1 Februari 2018 tentang Penetapan Kawasan Pantai Melasti, Pancoran Solas Taman Mumbul, dan Water Blow Peninsula Nusa Dua sebagai Daya Tarik Wisata (DTW).
“Sampun becik pamargi puniki. Titiang daweg nike dados bendesa adat, manawi wenten singsal ring pamargi ring sajeroning titiang ngenter Desa Adat Ungasan, nanging yen ten titiang memberanikan diri– ring Pandawa sampun becik pisan, titiang mesadu ajeng sareng prajuru, Bapak Wagub, Pandawa sane durian ajak Ungasan nanging lebih maju. Taler Uluwatu, dumunan maju. Yen Bapak Wakil Gubernur marah ken titiang ten punapi, wantah niat titiang suci, baik, bahwa tiang ten tega melihat masyarakat Ungasan hanya sebagai penonton saja,” ungkap Disel Astawa.
Sebelum DTW Pantai Melasti ada seperti saat ini, Disel Astawa berkisah masyarakat Ungasan kerap hanya menonton bus travel lewat wara-wiri ke Uluwatu dan Pantai Pandawa.
“Karena itu, titiang memberanikan diri mengambil langkah demi memajukan Desa Adat Ungasan, yadiastun Bapak Murdaning Jagat Badung daweg nike pedih sareng titiang, ten kenapi. Nanging, irage krama menuju hal yang baik, tidak mesti baik dari awal. Hal baik harus melalui hal buruk sehingga ke depan akan menjadi kawan yang terbaik selamanya,” imbuh Disel Astawa.
Keberadaan DTW Pantai Melasti yang menghidupi 15 banjar penyangga jelas Disel Astawa berusaha mewujudkan konsep Tri Hita Karana.
Dari aspek parahyangan atau hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, Pantai Melasti memiliki Pura Segara.
Ditilik dari aspek pawongan atau hubungan harmonis antara manusia dan manusia, dampak ekonomi keberadaan DTW Pantai Melasti jelasnya sangat dirasakan masyarakat.
Palemahan atau hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan atau alam, Disel Astawa menyebut stakeholder terkait Desa Ungasan komitmen untuk melakukan penghijauan.
Di hadapan Giri Prasta dan undangan lainnya, dijelaskan pula bahwa Pura Segara, Pantai Melasti diempon oleh 15 banjar adat yang total berjumlah kurang lebih 2.665 KK.
“Dengan keberhasilan DTW Pantai Melasti yang digagas bersama-sama masyarakat mendatangkan rezeki yang akhirnya digunakan untuk biaya upacara, tanpa memungut dari warga,” jelasnya.
“Kira-kira (Pangeratep Karya Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Pura Segara, red) menghabiskan biaya Rp3,5 miliar. Semua dari hasil Pantai Melasti,” jelas Disel Astawa.
Lebih lanjut, Disel Astawa menitipkan masa depan DTW Pantai Melasti kepada Pemerintah Provinsi Bali melalui I Nyoman Giri Prasta agar bisa tetap eksis dan memberi manfaat kepada banyak pihak.
“Agar kawasan Pantai Melasti ini selalu berjalan sehingga bisa membiayai keberangsung upacara-upacara suci di Kahyangan Tiga dan Kahyangan Desa,” bebernya sembari menekankan bahwa DTW Pantai Melasti memungkinkan pihak desa adat peduli dengan kreativitas generasi muda.
“Ada kegiatan STT ulang tahun, ada krama meninggal dunia, wenten krama nganten, semuanya diambil dari dana DTW Melasti. Ngenteg Linggih Pura Segara tahun pada 15 Oktober 2025 yang biayanya Rp7,9 miliar. Itu semuanya bersumber dari pendapatan Melasti dan Desa Adat Ungasan, duaning LPD kantun bangkrut,” jelasnya.
Termasuk biaya Pangeratep Karya Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Desa Ungasan tahun 2025 sebesar Rp3,5 miliar yang ungkapnya diperoleh dari DTW Melasti.
“Semoga Pantai Melasti semakin jaya ke depan dan masyarakat Desa Ungasan tidak ada yang nganggur,” tandas Disel Astawa.
Selain tidak keluar papeson, sejumlah krama istri yang hadir saat ditanyai menyebut pihak desa adat memberikan sumbangan per krama Rp200.000 untuk sanggul rambut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mendoakan upacara Karya Tawur Labuh Gentuh, Ngenteg Linggih lan Pedudusan Agung di Pura Segara Desa Adat Ungasan labda karya sida sidaning don.
“Dumogi umat Hindu se-dharma sami raket rumaket lan moksartham jagadhita ya ca iti dharma,” ucap Giri Prasta saat memberikan sambutan di Pura Segara, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin (Soma Wage, Medangsia) 8 Desember 2025, seraya menghaturkan dana punia Rp25 juta atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan secara pribadi Rp25 juta.
Ketua Panitia Karya, I Made Suada mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta yang telah ngupasaksi upacara suci di Pura Segara, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Anggara Kliwon Medangsia, Senin, 9 Desember 2025. (bp/ken)













