JAKARTA, Balipolitika.com- Pemerintah segera memulai pembangunan fisik proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL pada Juni mendatang. Agenda peletakan batu pertama akan berlangsung secara serentak pada sejumlah titik strategis di wilayah Indonesia. Rangkaian proyek ambisius ini memiliki target utama untuk mengolah limbah hingga mencapai 7.000 ton setiap hari.
“Lima proyek tersebut akan berlokasi di wilayah Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar, serta Bandung Raya,” ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam keterangan resminya pada Kamis, 23 April 2026.
Pemerintah menempatkan proyek di Bekasi, Yogyakarta, Bogor, dan Denpasar sebagai amanat dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Sedangkan pembangunan instalasi di wilayah Bandung Raya merupakan mandat khusus dari Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018. Pihak otoritas memastikan bahwa setiap lokasi memiliki kemampuan teknis yang mumpuni untuk menyerap tumpukan sampah masyarakat.
“Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari untuk setiap lokasi proyek,” kata Qodari menjelaskan rencana teknis pembangunan tersebut.
Proyek di wilayah Denpasar Raya direncanakan mampu mengelola beban sampah hingga mencapai 1.200 ton dalam setiap harinya. Fasilitas ini akan memberikan layanan pengolahan limbah untuk masyarakat Kota Denpasar beserta penduduk di wilayah Kabupaten Badung. Integrasi pengolahan sampah pada kawasan wisata tersebut menjadi prioritas utama guna menjaga kelestarian lingkungan Bali.
“PSEL Kota Bekasi kami harapkan dapat mengolah limbah sebesar 1.400 ton per hari untuk menjaga kebersihan kota,” tutur Qodari.
Pemerintah juga menyiapkan proyek PSEL Bogor Raya dengan kapasitas pengolahan yang menyentuh angka 1.500 ton per hari. Sementara itu, proyek PSEL Yogyakarta Raya akan mengolah 1.000 ton limbah dari Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Proses lelang untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut sudah diumumkan sejak awal April lalu.
“PSEL Bandung Raya memiliki kapasitas paling besar yakni mencapai 2.131 ton per hari untuk melayani enam daerah,” imbuh Qodari.
Wilayah layanan Bandung Raya mencakup Kota Bandung, Cimahi, hingga kabupaten di sekitarnya seperti Sumedang, Garut, dan Bandung Barat. Selain lima lokasi tersebut, pemerintah tengah menyelesaikan konstruksi fisik fasilitas pengolahan sampah serupa di wilayah Kota Palembang. Proyek di Sumatra Selatan itu menunjukkan kemajuan positif dan sedang bersiap untuk masuk ke tahap operasional.
“Proses konstruksi di Palembang kini mencapai 74 persen dengan target mulai beroperasi pada bulan Oktober 2026,” tegas Qodari optimistis mengenai jadwal penyelesaian proyek.
Pemerintah memproyeksikan pembangunan PSEL di 30 lokasi strategis yang mencakup 61 kabupaten dan kota hingga tahun 2029. Skema ini diharapkan mampu mengolah 33.000 ton sampah per hari atau sekitar 23 persen dari timbulan nasional. Langkah berani ini menjadi jawaban atas krisis pengelolaan sampah Indonesia yang kini mencapai 141.296 ton setiap harinya.
“PSEL adalah solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah nyata menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular,” kata Qodari. (BP/CHA).













