BULELENG, Balipolitika.com– Warga Desa Pancasari dikejutkan dengan penemuan jasad sepasang kekasih (sejoli) yang nekat mengakhiri hidup di dalam sebuah kamar kos.
Korban pria berinisial Putu AS dan wanita berinisial Kadek SBC ditemukan dalam kondisi tergantung oleh rekan mereka pada Selasa, 20 Januari 2026 siang.
Aparat Kepolisian Sektor Sukasada segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jasad menuju rumah sakit.
“Dua orang ditemukan tergantung dan terikat kain di depan antara kamar mandi serta dapur pada sebuah rumah kos di wilayah Pancasari,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz.
Penemuan jenazah ini bermula saat rekan korban merasa curiga karena pintu kamar terkunci rapat dari dalam sejak pagi hari.
Rekan korban kemudian meminta kunci cadangan kepada pemilik rumah kos namun pintu tetap tidak bisa terbuka karena slot kunci masih terpasang. Kecurigaan semakin menguat sehingga saksi memutuskan memanjat dinding untuk mengintip kondisi di dalam kamar melalui celah ventilasi tembok bangunan tersebut.
“Saksi melihat dua orang tergantung kemudian pemilik kos menghubungi kelian Banjar Adat Sari Kelod untuk melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian,” katanya.
Hasil pemeriksaan medis oleh tim dokter menunjukkan bahwa kedua korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan saksi.
Petugas kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka mencurigakan akibat benda tumpul pada sekujur tubuh sejoli tersebut.
Dugaan kuat tim penyidik mengarah pada aksi bunuh diri murni, karena seluruh ciri fisik sangat identik dengan fenomena ulah pati.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan peristiwa ini murni merupakan aksi gantung diri secara bersama-sama,” tuturnya.
Penyidik mendalami motif di balik tindakan nekat ini yang diduga berkaitan erat dengan permasalahan asmara rumit di antara kedua korban.
Putu AS diketahui telah memiliki seorang istri sah di desa asalnya sementara Kadek SBC merupakan seorang gadis yang tinggal sendirian.
Polisi mengamankan barang bukti berupa kain untuk menjerat leher serta beberapa barang pribadi milik korban guna kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.
“Motifnya diduga karena masalah cinta sebab korban laki-laki sudah punya istri dan yang perempuan masih berstatus sebagai gadis lajang,” tuturnya.
Tim forensik telah menyerahkan kembali jenazah kedua korban kepada pihak keluarga masing-masing setelah seluruh proses pemeriksaan di rumah sakit selesai dilakukan.
Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri di wilayah hukum Buleleng yang dipicu oleh tekanan psikologis akibat hubungan personal.
Kepolisian meminta masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental kerabat dekat guna mencegah terjadinya tindakan fatal yang merugikan banyak pihak.
“Kami mengimbau warga agar selalu menjaga komunikasi dengan anggota keluarga untuk mencegah aksi nekat akibat tekanan berat masalah kehidupan,” pungkasnya.
Pihak desa setempat berencana melakukan upacara pembersihan atau pecaruan di lokasi kejadian guna menetralisir energi negatif pasca peristiwa tragis yang menghebohkan warga tersebut. (BP/CHA).













