TABANAN, Balipolitika.com- Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot secara resmi mengumumkan rencana penyesuaian harga tiket masuk yang akan berlaku mulai tahun depan. Kebijakan strategis ini menyasar seluruh kategori pengunjung baik pelancong domestik maupun wisatawan mancanegara yang datang ke kawasan suci tersebut. Pengelola memandang langkah ini perlu untuk menjaga momentum pemulihan kualitas layanan publik di tengah meningkatnya arus kunjungan.
“Kami berencana menerapkan harga tiket baru mulai April 2026 sebagai upaya maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengunjung,” ujar Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Putu Toni Wirawan, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan struktur tarif yang baru, wisatawan mancanegara dewasa akan dikenakan biaya masuk sebesar seratus ribu rupiah per orang. Sementara itu, kategori dewasa domestik mengalami penyesuaian menjadi empat puluh ribu rupiah seiring dengan meningkatnya biaya pemeliharaan infrastruktur kawasan. Pengelola juga melakukan standardisasi tarif parkir kendaraan mulai dari sepeda motor hingga bus besar guna menertibkan manajemen lalu lintas.
“Struktur harga baru ini mencakup tiket anak domestik sebesar dua puluh lima ribu rupiah dan mancanegara enam puluh ribu rupiah,” katanya.
Jika menilik data statistik tahun 2025, performa kunjungan di Tanah Lot menunjukkan angka yang sangat progresif dengan total satu koma empat juta pelancong. Rata-rata bulanan wisatawan yang datang menyentuh angka seratus tujuh belas ribu orang dengan dominasi kuat dari pasar domestik. Keberhasilan manajemen mempertahankan stabilitas kunjungan ini menjadi fondasi kuat dalam menerapkan kebijakan penyesuaian tarif pada kuartal kedua tahun depan.
“Data rata-rata bulanan kami menunjukkan angka seratus tujuh belas ribu orang dengan total kumulatif satu juta empat ratus ribu wisatawan,” imbuhnya.
Manajemen mengakui bahwa fluktuasi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor evaluasi utama dalam menentukan besaran kenaikan harga tiket tersebut. Meskipun tarif naik, pengelola tetap optimis bahwa Tanah Lot akan selalu menjadi destinasi utama bagi pelancong asal Jawa maupun Eropa. Fokus utama ke depan adalah memastikan setiap rupiah yang dibayarkan pengunjung berbanding lurus dengan kenyamanan dan keamanan di lokasi.
“Harapan kami kawasan Tanah Lot tetap menjadi tujuan utama wisatawan meskipun terdapat faktor tantangan ekonomi dan isu kemacetan jalur,” pungkasnya. (BP/CHA).













