DENPASAR, Balipolitika.com– Perguruan Kushin Ryu M. Karate-Do Indonesia (KKI) Pengurus Provinsi Bali (Pengprov Bali) menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov), Sabtu, 7 Februari 2026 di Denpasar.
Rapat tertinggi di level Provinsi Bali untuk membahas dan mengevaluasi kerja-kerja pengurus periode 2021-2024 sekaligus memilih Ketua Umum, Ketua Majelis Sabuk Hitam, dan Ketua Dewan Guru KKI Bali periode 2026-2030 ini digelar pagi hingga sore hari.
Musprov dihadiri oleh utusan dari 9 Pengurus Kabupaten/Kota se-Bali sebagai pemegang hak suara dan 3 Dojo Unit Khusus.
“9 Pengurus Kota/Kabupaten se-Bali mempunyai hak suara dan hak memilih. Semua hadir dengan membawa mandat masing-masing” ujar Chris Budi selaku Ketua Panitia Musprov.
Ketua Umum KKI Bali periode 2021-2025, I Gede Dana, S.Pd., M.Si., menyampaikan pertanggungjawaban kinerjanya selama 4 tahun memimpin KKI Bali dan diterima oleh seluruh peserta.
“Tidak ada rasa duka selama memimpin KKI, yang ada hanya rasa suka karena pengurus, juga keluarga besar KKI sangat kompak,” ujar I Gede Dana singkat.
Sebagaimana diketahui, I Gede Dana, Bupati Karangasem masa bakti 2020-2024 terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Bali periode 2022-2026 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) pada Desember 2021 silam.
Endingnya, I Gede Dana menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan ke tangan sosok muda Wayan “Gendo” Suardana, S.H., M.H., (DAN III Internasional) yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Bali periode 2026-2030.
Terpilih secara aklamasi, Gendo yang juga advokat kondang menyampaikan visi-misinya dengan runut dan programatik berdasarkan situasi internal dan eksternal.
Gagasan besar Gendo selain mempertahankan prestasi yang selama ini diraih adalah memodernisasi tata kelola organisasi.
Sosok advokat yang sebelumnya juga termasyur sebagai aktifis “garang” berbagai organisasi ini menyampaikan bahwa pengalamannya dalam hal organisasi akan dia gunakan membangun KKI Bali, terutama dalam tata kelola organisasi, berdaptasi dengan zaman, berbasis keilmuan, dan perkembangan teknologi.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa zaman semakin maju, IT mendominasi dan science terus berkembang. Saatnya tata kelola organisasi berbasis teknologi dan berbasis keilmuan,” ungkap Gendo.
Di KKI Bali, imbuh Gendo tersedia jumlah SDM (sumber daya manusia, red) yang melimpah untuk mendukung gagasan besarnya selama 4 tahun ke depan.
”Saya optimis gagasan ini dapat tercapai karena SDM di KKI Bali sangat banyak dan melimpah,” tandas Gendo.
“Kalau tentang prestasi saya tidak khawatir karena sistemnya sudah mapan, tugas saya hanya memastikan bahwa pengurus bisa memfasilitasi menjadi supporting system,” sambungnya.
Di akhir acara, Gendo meminta semua pihak, baik dari Pengurus Kabupaten/Kota se-Bali dapat mendukung gagasan-gagasan sekaligus meminta agar para senior tetap mendampingi kepengurusan baru yang terbentuk selama 4 tahun ke depan.
“Jika ini terwujud, maka jargon organisasi kuat, prestasi hebat akan tercapai,” tegas Gendo.
Musprov KKI Bali memilih Dr. R. Ardi Ganggas, S.E., M.For., AIFO sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam dan I Gede Ariana,S.H., sebagai Ketua Dewan Guru masa bakti 2026-2030 secara aklamasi.
Di akhir kegiatan dilakukan acara megibung khas Karangasem sebagai wujud kebersamaan dan penghargaan terhadap local genius khas Pulau Dewata. (bp/ken)













