JAKARTA, Balipolitika.com- Harga emas dunia berpotensi mencetak rekor baru yang sangat fantastis pada akhir dekade ini menurut pengamatan para pakar. Logam mulia ini diprediksi mampu menyentuh angka seratus enam puluh delapan juta rupiah per troy ons pada tahun 2030 mendatang. Tren penguatan nilai komoditas tersebut mendapatkan dorongan kuat dari pergeseran besar peta ekonomi global yang saat ini sedang berlangsung.
“Emas pada tahun 2030 diperkirakan masuk ke level sepuluh ribu dolar Amerika Serikat per troy ons atau setara dengan seratus enam puluh delapan juta rupiah,” ujar Praktisi Pasar Modal Hans Kwee, Jumat, 23 Januari 2026.
Fenomena de-dolarisasi global menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga emas dalam jangka panjang di pasar internasional. Banyak negara mulai mengurangi ketergantungan mereka terhadap mata uang dolar Amerika Serikat guna menjaga stabilitas keuangan domestik. Bank sentral di berbagai belahan dunia kini lebih agresif menumpuk cadangan emas fisik sebagai aset lindung nilai yang paling aman.
“Dunia saat ini sedang mengalami fase de-dolarisasi di mana bank sentral berbagai negara mulai beralih menumpuk emas sebagai cadangan devisa utama,” tutur Hans Kwee saat mengulas masa depan investasi logam mulia.
Sejumlah lembaga keuangan ternama dunia seperti Goldman Sachs juga memprediksi kenaikan harga emas hingga dua puluh persen secara cepat. Para investor global kini memandang emas sebagai instrumen penyelamat kekayaan di tengah ancaman inflasi yang menghantui banyak negara. Harga emas Antam di pasar domestik bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda lonjakan drastis yang mendekati level rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Reli kenaikan ini masih jauh dari kata usai karena emas berpotensi melonjak hingga dua kali lipat dalam empat tahun ke depan,” kata Hans Kwee seraya menjelaskan potensi keuntungan besar bagi pemilik emas fisik.
Masyarakat umum sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk mengoleksi emas sebagai strategi proteksi nilai kekayaan keluarga dari gerusan ekonomi dunia. Meskipun harga harian sering mengalami fluktuasi namun emas secara historis selalu menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dan stabil. Disiplin dalam menyisihkan dana untuk tabungan emas akan memberikan jaminan keamanan finansial yang sangat berarti pada masa depan nanti.
“Untuk tahun ini saja target harga emas dunia berada pada kisaran lima ribu empat ratus dolar Amerika Serikat sesuai dinamika pasar global,” pungkas Hans Kwee dalam acara edukasi publik secara virtual tersebut.
Para pengamat menyarankan masyarakat untuk menghindari aksi spekulasi jangka pendek yang memiliki risiko kerugian sangat besar di pasar modal. Pembelian secara rutin dengan metode cicilan tetap menjadi solusi paling bijak bagi para investor pemula dengan dana terbatas. Dengan proyeksi harga yang sangat tinggi maka emas akan terus menjadi primadona investasi yang paling menjanjikan bagi seluruh masyarakat. (BP/CHA).













