BULELENG, Balipolitika.com- Ari Raphael Cristian Sembiring, mahasiswa asal Medan yang sedang menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) meraih gelar Wakil 1 Duta Bahasa JBSID 2024.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kepedulian terhadap bahasa Indonesia dapat membawa mahasiswa meraih pencapaian membanggakan, meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Dalam wawancara yang dilakukan, Ari atau kerap dikenal Raphael mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa JBSID 2024 berawal dari keinginannya untuk mencoba pengalaman baru sekaligus menantang diri sendiri.
Sebagai mahasiswa yang menekuni bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, ia melihat ajang tersebut sebagai wadah yang tepat untuk mengembangkan kemampuan kebahasaan dan keterampilan berbicara di depan umum.
“Saya ingin mencoba sesuatu yang baru dan menantang diri sendiri. Selain itu, saya juga ingin membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk berprestasi. Ajang ini menjadi kesempatan bagi saya untuk bertumbuh, menambah pengalaman, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus,” ujarnya.
Perjalanan menuju gelar Wakil 1 Duta Bahasa JBSID 2024 tidaklah mudah. Raphael mengaku harus menghadapi berbagai tantangan selama proses seleksi.
Salah satu tantangan terbesar yang dirasakannya adalah rasa kurang percaya diri serta tekanan saat harus bersaing dengan peserta lain yang memiliki kemampuan dan prestasi yang luar biasa.
Di tengah kesibukan kuliah dan organisasi, Raphael juga harus meluangkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap tahapan seleksi.
Sebagai mahasiswa perantau asal Medan yang tinggal di Bali, ia pun dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dari daerah asalnya.
“Semua tantangan itu saya jadikan motivasi untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik dalam setiap proses yang saya jalani,” katanya.
Menurut Raphael, pengalaman merantau justru membuatnya semakin menyadari pentingnya bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.
Berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah membuatnya memahami bahwa bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam menjembatani perbedaan latar belakang budaya dan bahasa.
Untuk menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Raphael membiasakan diri membaca buku, artikel, dan karya sastra.
Selain itu, ia juga aktif berdiskusi, menulis, dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebahasaan.
Meski demikian, ia tetap menghargai keberadaan bahasa daerah dan bahasa asing sebagai bagian dari kekayaan budaya dan kebutuhan komunikasi global.
“Merantau membuat saya semakin sadar bahwa bahasa Indonesia adalah alat komunikasi yang menyatukan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Karena itu, penggunaannya perlu terus dijaga dan ditempatkan secara tepat sesuai situasi dan kebutuhan,” jelasnya.
Melalui prestasi yang diraihnya, Raphael berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak menganggap bahasa Indonesia sebagai sesuatu yang kuno atau kaku, melainkan sebagai identitas bangsa yang patut dibanggakan.
“Kita boleh menguasai bahasa asing dan bangga dengan bahasa daerah, tetapi jangan sampai melupakan bahasa Indonesia. Mulailah dari hal-hal sederhana seperti berbicara, menulis, dan berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan begitu, kita ikut menjaga dan menghargai bahasa yang telah mempersatukan bangsa Indonesia,” tutupnya.
Prestasi Ari Raphael Cristian Sembiring sebagai Wakil 1 Duta Bahasa JBSID 2024 di Undiksha menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri serta berperan aktif dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, baik di daerah asal maupun di tanah rantau. (bp/Mei Chelsea Lia Br Ginting/4C/PBSI/Undiksha)










