JAKARTA, Balipolitika.com- Ajang pencarian health influencer, The New L-Men of The Year (TNLOTY) 2025, resmi menobatkan Rama Sukarta, perwakilan Banten sebagai pemenang utama.
Bertempat di Balai Sarbini dan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV nasional, momen puncak ini menjadi penutup dari rangkaian karantina yang mempertemukan 16 Grand Finalists dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama satu tahun ke depan, Rama akan berkolaborasi bersama L-Men untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menjalani gaya hidup sehat dan aktif.
Adapun 1st Runner-Up dan 2nd Runner Up TNLOTY 2025 diraih oleh Oliver (Sulawesi Utara) dan Mazmur (Jawa Barat 1).
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Mister International 2025, Samuel Nwajagu asal Nigeria, diumumkan pula bahwa Oliver (Sulawesi Utara) terpilih sebagai Mister International Indonesia 2025 dan Jedi (Jawa Timur 2) berhak mewakili Indonesia dalam ajang Mister Supranational 2026 mendatang.
Rama, Winner TNLOTY 2025, menyampaikan terima kasih kepada L-Men atas kepercayaan luar biasa ini.
“Menjadi pemenang The New L-Men of The Year 2025 bukan hanya sekedar pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar untuk turut mengedukasi publik dengan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai jurnalis, saya melihat betapa masifnya hoaks dan misinformasi di bidang kesehatan dan nutrisi. Oleh karena itu, saya percaya healthy skepticism menjadi bekal penting yang harus dimiliki setiap individu, agar kita tetap kritis namun terbuka dalam menyaring berbagai informasi yang kita terima. Bersama L-Men, saya siap menjadi bagian dari perubahan, menyampaikan informasi yang dapat dipercaya, dan menginspirasi langkah-langkah kecil menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan kuat,” ungkap Rama.
Berangkat dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, Rama Sukarta selalu percaya bahwa berbagi ilmu dan memberdayakan komunitas adalah bagian dari perjalanan hidupnya.
Lulus dari Universitas Padjadjaran, ia kini menyalurkan kecintaannya pada bidang komunikasi dan ekonomi dengan berkarir sebagai seorang economic news reporter.
Di luar dunia jurnalistik, Rama adalah sosok yang aktif dan berprestasi.
Ia pernah dinobatkan sebagai pemenang Kang Nong Banten sekaligus Duta Kebudayaan Banten.
Komitmennya untuk menginspirasi orang lain juga terlihat dari aktivitas sosialnya.
Ia pernah berkontribusi dalam menciptakan komunitas belajar bahasa Inggris yang inklusif dengan menjadi volunteer di Britzone English Community dan pernah menjadi Produser & Penyiar Radio Universitas Padjadjaran saat berkuliah dulu.
Yesaya Christian, Brand Manager L-Men mengatakan selama hampir 25 tahun, L-Men konsisten mendukung pria Indonesia dalam mencapai performa aktif yang optimal dan membentuk tubuh atletis ideal.
“Ajang tahunan ini kami hadirkan sebagai wadah untuk melahirkan sosok inspiratif yang mampu menjadi role model hidup sehat secara autentik, baik melalui aksi nyata di masyarakat maupun melalui konten digital yang berdampak. Kami percaya Rama, dengan kemampuan storytelling dan public speaking yang mumpuni sebagai jurnalis, memiliki potensi besar untuk berkolaborasi bersama L-Men dalam menggerakkan lebih banyak orang untuk hidup sehat dan aktif sesuai dengan ilmu kesehatan dan nutrisi yang tepat. Kami berharap Rama dapat terus menjadi pribadi yang rendah hati, mau belajar, dan tak berhenti berbagi inspirasinya,” katanya.
Malam Grand Final The New L-Men of The Year 2025 menghadirkan empat orang juri, yaitu Kenny Austin (Aktor, 1st Runner Up L-Men of The Year 2014), Farhana Nariswari (Puteri Indonesia 2023), Nathanael Yoga (Winner The New L-Men of The Year 2023), dan dr. Adib Dwitamma (1st Runner Up The New L-Men of The Year 2022).
Acara ini dipandu langsung oleh Indra Herlambang & Astrid Tiar sebagai Host dan Okky Alparessi sebagai Co-host, serta dimeriahkan penampilan dari Isyana Saraswati & Indahkus.
Pengumuman Special Awards
Malam Grand Final TNLOTY 2025 juga menghadirkan empat kategori special awards, yakni The Most Inspiring Profile, The Most Photogenic, The Best Health Activist, dan The Best Physical Performance.
- The Most Inspiring Profile menjadi bentuk apresiasi L-Men kepada Grand Finalist yang tidak hanya menginspirasi hidup sehat, namun juga memiliki pencapaian luar biasa yang berdampak. Penghargaan The Most Inspiring Profile berhasil diraih oleh Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt. – Sulawesi Selatan, peraih gelar Profesor di bidang farmasi pada usia 34 tahun dan terpilih sebagai World’s Top 2% Scientists versi Stanford University & Elsevier, menjadikan ia sebagai Profesor termuda di Universitas Hasanuddin.
- The Most Photogenic dicapai oleh Jedi – Jawa Timur 2.
- The Best Health Activist diraih oleh dr. Vardian Mahardika, M.Biomed – Kalimantan Utara. Ia memulai pengabdian di Kalimantan Utara, membentuk komunitas siaga kesehatan, melatih warga terpencil, dan menginspirasi anak sekolah dasar untuk bermimpi menjadi dokter. Saat pandemi, ia membuat aplikasi kesehatan untuk pekerja dan mengadakan sesi edukasi live melalui media sosial. Saat ini, dr. Dika juga mengembangkan gerakan Muscle Investor sambil menyelesaikan pendidikan dokter spesialisnya.
- The Best Physical Performance dicapai oleh Arjuna – Bali, yang mampu meraih nilai akumulasi tertinggi dalam penilaian performa fisik dan tingkat kebugaran.
Rangkaian Proses Karantina
Tahun ini, sebanyak 16 Grand Finalists yang mewakili berbagai daerah dari Indonesia, telah terpilih melalui proses seleksi yang ketat. Mereka kini tengah menjalani masa karantina bertajuk #CollaBROrative Camp yang berlangsung sejak 1 Agustus lalu di Jakarta dan Lombok, untuk mengikuti rangkaian kegiatan, seperti photoshoot, physical performance test, media workout, hingga berbagai sesi pembekalan yang dirancang untuk mengasah kapasitas mereka sebagai health influencer.
Sebagai bagian dari rangkaian program edukasi publik, sejak terpilih sebagai Grand Finalists pada bulan April lalu, mereka dibagi ke dalam empat squad yang masing-masing memiliki fokus kampanye dan platform digital tersendiri.
Tiap squad mengembangkan inisiatif dan proyek kampanyenya masing-masing, baik melalui media sosial, aktivitas komunitas, maupun kolaborasi dengan mitra strategis.
- Green Squad – melalui akun @mager.buster, fokus menyuarakan pentingnya gaya hidup aktif dan olahraga teratur, dengan pendekatan yang seru, relevan, dan bisa diterapkan sehari-hari.
- Red Squad – lewat kanal @redukasi.id, mengedukasi masyarakat mengenai nutrisi seimbang dan kebiasaan makan sehat, dengan cara yang engaging dan mudah dipahami.
- Blue Squad – melalui @senyum_santuy, mengangkat pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional, serta menciptakan ruang aman untuk berbagi cerita dan refleksi diri.
- Yellow Squad – lewat @youthdozer, mendorong pengembangan kapasitas generasi muda lewat berbagai isu seperti leadership, self-growth, dan community empowerment.
Saat karantina, diumumkan pula bahwa Blue Squad berhasil memenangkan The Most Inspiring Movement dengan kaptennya, Ghesa – Jawa Barat 2, yang dinobatkan sebagai The Best Captain.
Ringkasan Daftar Pemenang The New L-Men of The Year 2025
Winner – Rama (Banten)
1st Runner-Up – Oliver (Sulawesi Utara) as Mister International Indonesia 2025
2nd Runner-Up – Mazmur (Jawa Barat 1)
3rd Runner-Up – Marsello (DKI Jakarta 1)
4th Runner-Up – Jedi (Jawa Timur 2) as Mister Supranational Indonesia 2026
The Best Health Activist – dr. Dika (Kalimantan Utara)
The Most Photogenic – Jedi (Jawa Timur 2)
The Most Inspiring Profile – Prof. Dian (Sulawesi Selatan)
The Best Physical Performance – Arjuna (Bali)
The Most Inspiring Movement – Blue Squad
The Best Captain – Ghesa (Jawa Barat 2)
GREEN SQUAD
Di balik segelas kopi yang diracik, ada banyak cerita inspiratif dari sosok pria yang energik. Arjuna Sebastian Noguera— barista yang akrab disapa Arjuna ini menghabiskan waktunya sebagai entrepreneur, atlet, seniman, dan petarung yang selalu haus tantangan. Arjuna membuktikan bisa lalui tantangan itu dengan merintis Terra Bakery & Kitchen dan Canggu Suite Rentals di usianya yang kini menginjak 24 tahun. Tidak hanya berbisnis, sepak bola juga sudah jadi bagian hidup Arjuna sejak muda. Sebelum tergabung ke Bali United, ia pernah meraih Juara BMS Pop Cup Champion Bali 2022 dan Runner-up Futsal Regional Competition 2019. Kini, ia berbagi ilmunya dan pengalaman sepak bolanya sebagai certified coach di Football Code Academy Bali. Semangatnya menaklukkan lapangan tidak berhenti hanya di sepak bola. Arjuna juga terjun ke dunia boxing & MMA. SOMA Fight Series 2025 jadi ajang pembuktiannya. Tapi, cerita inspiratif Arjuna bukan cuma dalam hal olahraga. Dari ring ke kanvas, drawing arts menjadi cara lain ia mengekspresikan dir
Berawal dari kecintaannya pada senam dan aerobik, Claudio Marsello meniti jalannya sebagai atlet yang penuh ambisi. Sejak kecil, ia tahu bahwa olahraga bukan sekadar hobi— ini adalah panggilannya. Bertahun-tahun kerja keras dan disiplin membawanya meraih sederet prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional sebagai aerobic & gymnastic athlete. Tidak tanggung-tanggung, mulai dari Gold Medal placement di berbagai pertandingan: PON Qualification Papua 2020, Lithuania Open Championship 2018, PON Bandung 2016, Hungaria Open Cup 2015, hingga meraih Top 15 Suzuki World Cup Tokyo dan Top 24 World Championship Incheon 2016. Namun, bagi Marsello, pencapaian tak berhenti di atas podium. Tahun 2017, ia mendirikan Marshall Gym Club, tempat ia melatih dan membimbing atlet muda berbakat. Di saat yang sama, ia juga membangun SELLO Official ID, bisnis leotards gymnastics & music yang lahir dari visinya mengembangkan dunia olahraga dengan sentuhan seni. Tak hanya dikenal di dunia olahraga, Marsello juga berkarier di depan layar. Pernah meraih Harapan 1 Abang None Jakarta Utara 2015, ia banyak tampil sebagai model TV commercial dan content creator. Dari arena kompetisi hingga dunia bisnis dan berkarya di depan layar, Marsello membuktikan bahwa passion, kerja keras, dan ketekunan bisa membuka banyak pintu kesempatan.
Di usia 20 tahun, Mazmur Ek Sandi Siburian sudah membuktikan bahwa limitasi hanya ada di imajinasi. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha Bandung ini tak hanya sibuk dengan perkuliahan, tetapi juga membangun fisik dan mentalnya melalui kalistenik sejak usia muda. Pengalaman dan prestasi Mazmur tidak dimulai kemarin. Sejak 2018, Mazmur sudah mencatat prestasi dengan menjadi Juara Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Namun, bagi Mazmur, kemenangan bukan sekadar medali—ini adalah titik awal untuk terus berkembang. Aktif di Bandung Street Workout Addict dan Calisthenics Elite Academy Indonesia, ia menemukan komunitas yang membantunya melangkah lebih jauh. Tapi ia tak hanya jadi bagian dari komunitas—Mazmur mengambil peran lebih besar dengan menjadi coach di usia muda. Baginya, berbagi ilmu dan membantu orang lain berkembang adalah pencapaian yang tak bisa diukur dengan angka atau usia. Di antara studi hukum dan sesi latihan yang intens, Mazmur terus menunjukkan bahwa seseorang bisa lebih dari satu hal: strong, dedicated, & limitless,
Sebagai seorang Graphic Designer dengan lebih dari 5 tahun pengalaman, Timotius Ginting terbiasa menciptakan visual yang menarik. Tapi kali ini, ia tak hanya membentuk desain—ia membentuk dirinya sendiri. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ini menjalani rutinitas kerja di mobile tech company, namun di balik layar, ia sedang membangun sesuatu yang lebih besar: versi terbaik dirinya. Di usia 24 tahun, Timo memulai perjalanan transformasinya. Enam bulan lalu, ia bahkan tidak tahu cara melakukan squat dengan benar. Namun, dengan dedikasi dan konsistensi, ia kini mampu mengangkat beban 160kg dan memahami bagaimana berlatih secara optimal di gym. Timotius Ginting percaya bahwa ketahanan dan kerja keras adalah bagian dari identitasnya. Bukan hanya dalam dunia profesional, tetapi juga dalam membentuk pola hidup yang lebih sehat dan kuat. Kini, ia membawa semangat itu ke panggung yang lebih besar. Timo adalah bukti bahwa transformasi itu selalu mungkin, selama ada keberanian untuk memulai dan komitmen untuk bertahan.
RED SQUAD
Bagi dr. Vardian Mahardika, peran seorang dokter bukan sekadar menyembuhkan, tetapi memberi harapan, menguatkan, dan mendampingi mereka yang sedang melewati masa-masa sulit. Itulah yang membuatnya memilih dunia medis—bukan sekadar karier, melainkan panggilan hidup. Di usia 32 tahun, Dika telah menempuh perjalanan panjang. Pernah mengabdi di Tarakan, Kalimantan Utara selama hampir 3 tahun, ia kini tengah mengejar gelar Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dengan beasiswa LPDP. Kecintaannya pada dunia kedokteran membawanya ke panggung internasional, menjadi Session Winner di 20th International Student Congress of (bio) Medical Sciences (ISCOMS) di Belanda serta meraih Gold Medal di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXV. Dika tidak hanya duduk di balik meja, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Aktif di organisasi sejak mahasiswa, dari Regional Coordinator Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) 2012-2014 hingga kini menjadi anggota Divisi Etika dan Kesejawatan di Junior Doctor Network, Dika juga dipercaya sebagai VP HR Ikatan Alumni Putra Putri Batik Nusantara 2024—membuktikan bahwa pengaruhnya melampaui dunia medis. Dedikasinya juga diakui dalam bidang inovasi. Lewat “My Health“—Integrated Medical App untuk deteksi status kesehatan pekerja yang ia & tim pernah ciptakan, Dika berhasil meraih Platinum Medal & Patent HAKI di Annual Pertamina Quality Award 2019. Ada pula satu impian lain yang sudah lama ia simpan—sejak pertama kali mengenal L-Men of the Year pada 2004, ia bermimpi bisa berdiri di panggung itu. Kini, mimpinya jadi nyata: Dika terpilih menjadi Grand Finalist The New LMen of the Year 202.
Di balik jas dokternya, dr. Tommy Hudianto Sarongku bukan hanya seorang neurologist, tetapi juga sosok yang berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan neurologi. Pria yang lahir di Palu ini kini aktif bertugas di tiga rumah sakit berbeda, menjalankan misinya untuk membantu pasien memahami dan menjaga kesehatan otak serta sistem saraf. Komitmennya terhadap dunia medis terlihat dari keterlibatannya di berbagai organisasi, mulai dari komunitas yang fokus pada edukasi kesehatan seperti Komunitas Peduli Stroke dan Myasthenia Gravis sejak 2019 hingga Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (2023) dan Yayasan Jantung Sehat Indonesia (2024). Baginya, ilmu harus dibagikan, bukan hanya dalam ruang praktik, tetapi juga kepada masyarakat luas. Karena itulah, Tommy menginisiasi BRAINWAVESDOC, sebuah gerakan sosial di media digital yang berfokus pada edukasi kesehatan neurologi. Dengan platform ini, ia ingin menyampaikan bahwa kesehatan otak dan saraf sama pentingnya dengan kesehatan fisik lainnya. Kini, langkahnya semakin luas. Menjadi Grand Finalist The New L-Men of the Year 2025 mewakili Sulawesi Tengah bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang membawa perubahan dan inspirasi.
Sebagai seorang dokter, dr. Geta Okta Prayogi memutuskan untuk melangkah lebih jauh hingga mengabdi ke daerah terpencil di timur Indonesia. Sejak 2023, ia menjadi bagian dari Program Nusantara Sehat Kemenkes RI, bertugas di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, tempat akses kesehatan masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Melihat kondisi ini, Geta tidak tinggal diam. Ia menggagas Puskesmas Keliling (PusLing), sebuah program yang telah menjangkau 10 desa dan memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.000 pasien setiap tahunnya. dr. Geta juga ingin memastikan generasi muda memiliki pemahaman dan kebiasaan hidup sehat yang kuat sejak dini. Semangat itu yang mendorongnya membuat Gerakan Aksi Bergizi—menjangkau ratusan pelajar di berbagai sekolah. Dedikasinya di dunia kesehatan sudah tertanam sejak lama. Sebagai Ketua Umum Lampung University Medical Research (LUNAR) 2018, ia juga pernah menginisiasi gerakan sosial seperti Mr. Narsis (rehabilitasi pengguna rokok bagi siswa) 2017, serta menjadi bagian dari MEKAR (Media Edukasi Kesehatan Masyarakat) 2020 dan Volunteer Health Activator Indonesia 2021. Prestasinya pun luar biasa, dari Bronze Medal di Kaohsiung International Invention & Design Expo Taiwan 2017, hingga menjadi Speaker di International Conference on Public Health Malaysia di tahun yang sama. Selain membawanya terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi II Fakultas Kedokteran Universitas Lampung 2018, dedikasi dr. Geta juga berhasil mencatatkan namanya sebagai Grand Finalist The New L-Men of the Year 2025.
Apt. Yoshua Bayu Kristianto, menginspirasi melalui Ilmu Farmasi. Sejak awal meniti karier di dunia farmasi, Apt. Yoshua tidak hanya ingin menjadi akademisi biasa. Ia ingin berkontribusi lebih dan bermanfaat bagi banyak orang. Tak berhenti di sana, ia yang telah mengabdikan diri selama 6 tahun sebagai dosen ini juga menerbitkan dua buku tentang teknologi nano partikel dan Pharmaceutical Ocean—membuka wawasan baru tentang pemanfaatan sumber daya farmasi dalam dunia kesehatan dan lingkungan. Kecintaannya pada ilmu farmasi membawanya terlibat aktif di berbagai organisasi. Ia dipercaya sebagai Penanggung Jawab Alba UKOMNAS Apoteker Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia 2022 dan Divisi Bidang Pendidikan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia 2023, menunjukkan dedikasinya dalam meningkatkan standar profesionalisme di bidang farmasi. Namun, Apt. Yosua tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga percaya bahwa kesehatan bukan sekadar tentang obat, tetapi juga tentang gaya hidup. Komitmennya dalam menjalani hidup sehat lewat olahraga lari dan farmasi akhirnya mengantarkannya menjadi Grand Finalist The New L-Men of the Year.
YELLOW SQUAD
Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt. telah membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras bisa membawa seseorang melampaui batasan usia. Meraih gelar Profesor di bidang dermal dan transdemal drug delivery systems pada usia 34 tahun, ia menjadi Profesor termuda di Universitas Hasanuddin dan salah satu yang termuda di Indonesia dalam Ilmu Farmasi. Dedikasinya dalam dunia pendidikan dan penelitian tak terbantahkan. Sebagai seorang ASN, dosen, sekaligus peneliti, ia terus mengembangkan inovasi di bidang farmasi. Tak hanya berkutat di laboratorium, Prof. Dian juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan terlibat di berbagai organisasi, termasuk sebagai Pimpinan Redaksi Majalah Farmasi dan Farmakologi (2022–sekarang), Koordinator Grup Bidang Farmasi Sains dan Teknologi Perhimpunan Saintis Farmasi Indonesia (2022– sekarang), serta Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (2023–sekarang). Pencapaiannya pun diakui secara global. Ia masuk dalam daftar Top 2% Scientist Dunia versi Stanford University & Elsevier (2022–2024), meraih penghargaan sebagai Dosen Pendamping Kemahasiswaan Terbaik Universitas Hasanuddin (2022), serta menjadi penerima Takeda Science Foundation Award dari Jepang (2021). Hingga kini, ia telah menerbitkan 131 artikel ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus—sebuah pencapaian yang sulit ditandingi di usianya. Bagi Prof. Dian kesuksesan bukan soal usia, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen. Perjalanannya adalah bukti bahwa ilmu, kesehatan, dan gaya hidup aktif bisa berjalan beriringan.
Bagi Agung Aprilianto, hidup adalah tentang bagaimana ia bisa memberi makna dan dampak bagi banyak orang. Di usianya yang ke-26 tahun, ia telah menjalani berbagai peran—Communication and Public Relations Specialist dan model—serta aktif dalam dunia sosial dan pengembangan pariwisata. Kecintaannya terhadap budaya dan pariwisata mengantarnya menjadi 2nd Runner Up Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri (2018) dan kemudian meraih posisi 4th Runner Up Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur (2021). Tak berhenti di sana, ia bergabung dalam Paguyuban Raka Raki Jawa Timur, di mana ia turut mempromosikan potensi wisata daerahnya. Namun, Agung tidak hanya ingin menjadi wajah dari pariwisata, ia ingin menjadi penggeraknya. Tahun 2019, ia menjadi Co-Founder Wisata Tirto Tani Djojo, sebuah desa wisata berbasis komunitas yang memberdayakan 50 pemuda lokal untuk menciptakan peluang ekonomi baru melalui industri pariwisata berkelanjutan. Tak hanya di bidang pariwisata, ia juga mendirikan Yayasan Ananda Berlian, lembaga sosial pro-aktif yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan di sekolah-sekolah terpencil, salah satunya di area Banyakan, Kediri. Agung percaya The New L-Men of the Year 2025 sebagai platform yang dapat menggabungkan seluruh aspirasinya—dari kesehatan, pariwisata, hingga pemberdayaan anak muda. Kini, langkah besarnya semakin nyata, dengan terpilih sebagai Grand Finalist The New L-Men of the Year 2025, mewakili Jawa Timur.
Sejak kecil, Emyr Rahadian Edward telah terbiasa hidup berpindah-pindah kota, salah satunya Jambi, hingga ke Jerman dan Amerika. Perjalanan itu membentuknya menjadi pribadi yang adaptif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial. Pengalaman inilah yang kemudian mengantarkannya menempuh studi Administrasi Publik di Universitas Katolik Parahyangan, sebelum akhirnya mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Selama menempuh pendidikan, Emyr tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kompetisi yang mengasah wawasan dan keterampilannya. Pada tahun 2017, ia mendapatkan Notable Mention sebagai Best Government Team pada Moot Court di EU-Viadrina University Frankfurt (Oder), Jerman, yang memperdalam pemahamannya tentang sistem hukum dan kebijakan internasional. Setahun kemudian, ia meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Universitas Katolik Parahyangan (2018), membuktikan dedikasinya dalam dunia akademik dan organisasi. Kecintaannya pada komunikasi dan teknologi membawanya lebih jauh—mulai dari aktif sebagai Social Media Coordinator & Steering Committee di Chitchatclub.id (2021-2024) hingga berbagai kompetisi kreatif, seperti Winner #CitilinkSignatureMeals Competition (2018), Juara III Bandung Datathon (2018), dan Winner #lalalaUKlook Competition dari Kedutaan Besar Inggris (2019), yang menunjukkan kepiawaiannya dalam fotografi. Di balik semua pencapaiannya, Emyr memiliki visi besar: membangun program di bidang community empowerment, inclusive & creative economy, serta volunteerism.
Dari Jakarta hingga Adelaide, Bima Setyo Wicaksono telah menempuh perjalanan yang luar biasa. Lulusan Manajemen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ini tidak hanya menorehkan prestasi akademik, tetapi juga membangun pengalaman luas di dunia profesional. Sebelum bekerja sebagai Construction Estimator di Adelaide, Australia, ia telah mengasah keahliannya sebagai Growth Hacker di fintech company, Associate Manager Senior Client Solutions di global creative & media agency, serta Growth Product Manager di Seven Retail Group. Sejak mahasiswa, Bima telah aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan yang membentuk jiwa kepemimpinannya. Ia pernah menjabat sebagai President Generasi Baru Indonesia (GenBI) 2018-2019, Chief Marketing Officer StudentsxCEOs 2017-2018, dan Founder & CEO BI Corner Study Club UPN Veteran Jakarta 2017-2019. Peran-peran ini memperkuat keyakinannya bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab untuk memberikan dampak nyata. Tidak hanya aktif berorganisasi, Bima juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Ia dinobatkan sebagai Best Graduate Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta 2020, serta masuk dalam Top 10 Graduates of Young Leaders for Indonesia 2019. Selain itu, ia juga meraih berbagai penghargaan, seperti 1st Champion Cyber Marketing National Debate 2018, 1st Champion & Best Speaker National Management Debate Universitas Jember 2018, serta menjadi finalis business case competition, P&G CEO Challenge Indonesia 2020. Di luar kesibukan profesionalnya, Bima memiliki kecintaan terhadap kalistenik, yang ia yakini bukan sekadar olahraga, tetapi juga filosofi hidup—tentang balance & persistence.
BLUE SQUAD
Oliver Pras telah mengukir perjalanan luar biasa, dari seorang pemuda Minahasa yang lahir di Sulawesi Utara hingga menjadi figur yang bersinar di panggung internasional. Besar di New York, Amerika Serikat, Oliver menemukan kecintaannya pada dunia media communication & entertainment. Ia kemudian menempuh pendidikan di Ramapo College of New Jersey, berfokus di Communications, Media, and Cinema Studies, yang membentuknya menjadi sosok yang percaya diri di depan kamera dan panggung. Kariernya sebagai international presenter, MC, dan model membawanya ke berbagai acara bergengsi. Pernah menjadi TV Host di Voice of America (VOA), ia telah mewawancarai tokoh-tokoh ternama dari berbagai latar belakang, membawakan cerita yang menginspirasi, salah satunya Grammy’s MusiCares 2018 dan New York Fashion Week 2017, di mana ia berinteraksi dengan ikon-ikon global dalam industri entertainment & fashion. Tidak hanya berkiprah di dunia media & entertainment, Oliver juga memiliki kepedulian pada isu sosial. Pada tahun 2021, ia aktif sebagai Face,Activist dalam gerakan Stop Asian Hate NYC, memperjuangkan kesetaraan dan keberagaman di tengah maraknya diskriminasi terhadap komunitas Asia di Amerika.
Berangkat dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, Rama Mahendra Kencana Sukarta selalu percaya bahwa berbagi ilmu dan memberdayakan komunitas adalah bagian dari perjalanan hidupnya. Lulus dari Universitas Padjadjaran, ia kini menyalurkan kecintaannya pada bidang komunikasi dan ekonomi dengan berkarier sebagai seorang economic journalist. Di luar dunia jurnalistik, Rama adalah sosok yang aktif dan berprestasi. Tahun 2022, ia dinobatkan sebagai pemenang Kang Nong Banten sekaligus Duta Kebudayaan Banten, membawa misi untuk mempromosikan budaya. Kecintaannya pada public speaking & communication juga mengantarkannya menjadi Winner Indigenous National English Speech Contest Pancasila University 2019 serta 2nd Winner Ajisaka National Communications Competition Universitas Gadjah Mada 2019. Komitmennya untuk menginspirasi orang lain juga terlihat dari aktivitas sosialnya. Sebagai volunteer di Britzone English Community (2021-2023), ia berkontribusi dalam menciptakan komunitas belajar bahasa Inggris yang inklusif. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Produser & Penyiar Radio Universitas Padjadjaran (2018-2019), semakin mengasah kemampuannya dalam public speaking. Terinspirasi oleh Nino Indrawan, pemenang The New L-Men of the Year 2021, yang merayakan setiap perjalanan menuju hidup sehat, Rama pun menjalani misinya sendiri. Dari pertama kali merasa gagal saat mengangkat barbel 20kg, sekarang ia mampu mengangkat beban 110kg, sebuah bukti bahwa progres adalah perjalanan yang harus dirayakan. Dengan pengalaman, dedikasi, dan visinya, ia ingin mengajak lebih banyak orang untuk percaya bahwa setiap langkah kecil menuju perubahan adalah pencapaian yang layak dirayakan.
Ghesa Wisesa Nalan percaya bahwa perjalanan hidupnya untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi. Lulus dari Teknik Industri Universitas Parahyangan, ia kemudian melanjutkan studinya ke Master of Business Administration di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, baginya, ilmu bukan hanya untuk diri sendiri—itulah mengapa ia aktif sebagai Academic Tutor di School of Business Management ITB dan Part-time Lecturer di Universitas Parahyangan, membimbing mahasiswa dalam dunia bisnis dan strategi industri. Namun, Ghesa bukan hanya seorang akademisi. Ia adalah sosok dengan semangat tinggi dalam kreativitas dan kewirausahaan. Pada 2017, ia mendirikan Kenalan Crafting & Design, sebuah bisnis yang menggabungkan seni dan desain untuk menciptakan karya unik. Kecintaannya terhadap dunia seni terus berlanjut dengan lahirnya Jumpworks di tahun 2021, bisnis di bidang arts & entertainment yang menjadi wadah bagi para kreator muda. Tidak hanya itu, kepedulian sosialnya juga nyata. Pada 2024, ia menginisiasi beablooddonor, sebuah gerakan yang mengajak lebih banyak orang untuk aktif berdonor darah dan membantu sesama. Dengan visi yang kuat dalam edukasi, seni, dan aksi sosial, ia siap membawa perubahan lebih luas dan menginspirasi lebih banyak orang.
Bagi Jehu Jedija, usia bukanlah batasan untuk terus berkembang. Di usia 18 tahun, ia telah membuktikan kemampuannya dengan meraih gelar Wakil 1 Duta Wisata Kakang Mbakyu Kota Malang 2022, sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seseorang seusianya. Namun, Jedi tidak pernah berhenti di satu bidang saja—ia selalu siap mencoba hal baru dan menantang dirinya sendiri. Dunia modeling menjadi salah satu bidang yang ia tekuni, dan kerja kerasnya berbuah manis dengan meraih 1st Runner-up Model Surabaya Fashion Parade 2022. Tidak hanya itu, semangatnya mengedukasi generasi muda, ia lakukan lewat pemilihan Duta Lalu Lintas Kota Malang 2022 yang membawanya meraih penghargaan The Best Performance Duta Lalu Lintas tingkat Provinsi Jawa Timur. Di luar panggung dan catwalk, Jedi juga menunjukkan performa luar biasa di lapangan basket. Dengan tinggi 187 cm, ia menjadi seorang atlet yang pernah berlaga di DBL East Java Series 2019 dan 2021, membuktikan bahwa dirinya tak hanya unggul dalam modelling, tetapi juga di dunia olahraga. Saat ini, Jedi sedang menempuh pendidikan di Universitas Ma Chung, Malang, sembari terus mengeksplorasi berbagai kesempatan untuk berkembang. Ia adalah bukti bahwa usia muda bisa menjadi waktu terbaik untuk meraih mimpi setinggi mungkin. Di usia 20 tahun, ia kembali mencatatkan namanya sebagai salah satu Grand Finalist termuda di The New L-Men of the Year 2025. (bp/ken)













