TABANAN, Balipolitika.com- Kecelakaan tunggal terjadi di Tabanan. Peristiwa ini terjadi, usai sebuah sepeda motor yang mengangkut tiga orang mengalami kecelakaan tunggal di Tabanan pada hari Sabtu malam di wilayah Banjar Sanggulan, Kediri.
Korban Pengendara Motor Tewas adalah Costantinus Andhi Putra, 36 tahun, setelah mengalami pendarahan hidung yang fatal. Dua penumpang lain, keduanya mahasiswa asal Bandung, menderita luka robek serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
“Motor melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan Jurusan Kediri Tabanan saat memasuki area jembatan Sanggulan yang gelap,” jelas petugas kepolisian Polsek Kediri, menyoroti kecepatan kendaraan yang diduga menjadi faktor pemicu utama.
Penyebab Masuk Got Jembatan Diselidiki Polisi
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA, ketika pengendara Costantinus Andhi Putra membonceng dua mahasiswa, Riski dan Regi, di Jalan Jurusan Kediri Tabanan yang lurus. Setibanya di jembatan Sanggulan, pengendara kehilangan kendali motor, kemudian kendaraan Masuk Got Jembatan di sisi jalan.
Motor Honda Beat tersebut langsung oleng keras ke badan jalan, menyebabkan seluruh penumpang terpental dan menghantam aspal yang cukup kering. Polisi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP laka lantas.
“Pengendara tidak mampu mengendalikan kecepatan motornya ketika memasuki jembatan, menyebabkan motor tergelincir ke dalam got,” kata pihak kepolisian, menjelaskan detail teknis yang menyebabkan Kecelakaan Tunggal di Tabanan berakibat fatal tersebut.
Pengendara Motor Tewas di RSUD Tabanan
Pengendara Motor Tewas setelah mengalami luka parah dan pendarahan hidung, dikonfirmasi meninggal dunia setelah tiba di RSUD Tabanan. Dua penumpang yang merupakan saksi, Regi Kurniawan dan Riski Abdula Rahman, mengalami luka robek parah di wajah dan kaki, tetapi dalam kondisi sadar.
Regi menderita robek pada pelipis kiri dan kepala, sementara Riski mengalami robek pada telinga kiri dan dagu. Polisi mencatat Kecelakaan Tunggal di Tabanan ini terjadi pada malam hari dengan kondisi cuaca yang cerah.
“Korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Tabanan, dan dua penumpang lain masih dirawat intensif karena luka robek,” tambah petugas kepolisian, mengonfirmasi status kesehatan seluruh korban setelah kecelakaan.
Jalan Jurusan Kediri Tabanan yang dilalui motor tersebut memiliki aspal sedikit rusak, namun tidak memiliki marka as jalan yang memadai untuk malam hari. Unit Laka Polres Tabanan kini mengambil alih kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengamankan barang bukti Honda Beat yang rusak ringan.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak berboncengan melebihi kapasitas dan selalu mengendalikan kecepatan kendaraan. Kecelakaan yang melibatkan Masuk Got Jembatan ini merugikan materiil yang kecil, namun menghilangkan nyawa seseorang. (BP/CHA).











