IKIP Siliwangi
-
Esai
Hari Pendidikan Nasional
Sekolah Mengajarkan Banyak Hal, Tapi Apakah Siswa Benar-Benar Belajar Berpikir? Sekolah di Era Agoritma: Masih Mengajar, atau Sekadar Mengejar Kurikulum?l…
Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].
AKU tidak pernah mengejar Timun Mas. Yang kulakukan hanyalah berjalan. Barangkali manusia memang tidak pernah benar-benar tahu perbedaan antara seseorang…
KALIMAT PERTAMA yang kalian dengar tentang aku adalah kebohongan. Mereka berkata aku kehilangan selendang. Mereka menulis namaku dalam cerita-cerita yang…
HUJAN turun sejak pagi ketika Arka menemukan manuskrip itu. Langit menggantung rendah di atas kota kecil tempat ia mengajar, membuat…
SETIAP sore lelaki tua itu menaburkan beras di halaman rumahnya. Tangannya gemetar ketika menggenggam mangkuk kecil berisi butiran-butiran putih, tetapi…
KOTA itu dipenuhi wajah-wajah yang lupa cara menatap. Orang-orang berjalan terburu-buru di trotoar, memegang telepon genggam seperti jimat kecil yang…
HOTEL tua itu berdiri di ujung kota seperti seseorang yang terlalu lama menyimpan rahasia. Bangunannya tinggi, bercat krem pucat yang…
TERMINAL itu seperti tubuh tua yang dipaksa tetap terjaga. Ia bernapas lewat deru mesin bus yang tidak pernah benar-benar diam,…
KAKEK itu tidak pernah menyebut usianya. Orang-orang kampung hanya tahu, ia sudah ada sebelum jalan di depan rumahnya diaspal, sebelum…
Sekolah Mengajarkan Banyak Hal, Tapi Apakah Siswa Benar-Benar Belajar Berpikir? Sekolah di Era Agoritma: Masih Mengajar, atau Sekadar Mengejar Kurikulum?l…
BANDARA selalu punya cara sendiri untuk mempermainkan waktu. Detik terasa lebih panjang, napas menjadi lebih berat, dan setiap langkah orang…
Konten dilindungi!