Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Ignatius Darmawan

  • Sastra

    PUISI-PUISI FAJRUL ALAM

    DI BAZAR BUKU Sekalinya melewati pintu Hamparan buku seumpama hijau sabana berikut sejuk embun paginya Teduh dan penuh ketenangan Lebur…

  • Sastra

    Aryati dan Cerita Seorang Pelacur

    USIANYA kisaran 50 tahunan, memiliki rambut panjang sepunggung yang seluruhnya memutih, dan tak terawat. Aryati dulunya dikenal sebagai seorang guru sekolah…

  • Esai

    Lelaki Korea dalam Bayang-bayang Realitas Sosial

    DALAM “Simulacra and Simulation”, Jean Baudrillard menyatakan bahwa dalam masyarakat pascamodern, representasi bisa melampaui kenyataan dan bahkan menggantikannya. Apa yang…

  • Sastra

    Ke Mana Fortuner Itu Melaju

    BUKAN hanya kabar burung. Gaya kepala dinas baru mengenai kebiasaan yang dilakoninya. Desas desus para staf di ruang rapat pagi…

  • Puisi

    Puisi-Puisi Heru Patria

    SINGA PODIUM Saat bung berdiri di atas mimbar Berteriak dengan suara menggelegar Semua pendengar ikut terbakar Api semangat berkobar Lewat…

  • Sastra

    Ibu Hajat

    BERMULA dari seringnya mengadakan kegiatan hajatan dan kenduri, Ibu Titi dikenal dengan sebutan Ibu Hajat. Warga kampung Karangmulya sudah sangat…

  • Esai

    Meningkatnya Angka Bunuh Diri dan Kewajiban pada Masyarakat

    DI BALIK lanskap eksotis dan citra “surga liburan” yang melekat pada Bali, tersembunyi realitas yang mengejutkan: provinsi ini mencatat tingkat…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Zabidi Yakub

    Kidung Kehilangan       : Badaruddin Amir rimpang kesedihan menjalar merambati relung hati imajinasi kebersamaan bercanda kehilangan ruang  …

  • Sastra

    Puisi-Puisi Budhi Setyawan

    Dengan Nama Apa Mesti Menyebut Sebuah Kota jalanan dengan trotoar terkelupas seperti sebagian kriteria yang diabaikan dalam sebuah sensus ekonomi…

  • Esai

    Membaca Ulang Surat-Surat Kartini di Bawah Tumpukan Kebaya

    Tanggal 21 April, nyaris tiap tahun, sekolah-sekolah di Indonesia menjelma panggung kontes kostum etnik. Anak-anak perempuan mengenakan kebaya, rambut disanggul,…

Back to top button

Konten dilindungi!