Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Ignatius Darmawan

  • Esai

    Tafsir Kemerdekaan di Tengah Ketidakwarasan 

    DALAM hukum internasional, dikenal dua teori pengakuan negara. Teori deklaratif menyebutkan bahwa sebuah entitas dapat dianggap sebagai negara jika memenuhi…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Riska Widiana

    WANITA YANG TAK BERHENTI BERLARI Mimpi-mimpi menumpuk bagai guguran daun Di dalam kepala yang bundar Katanya, sambil menyalakan api Pagi-pagi…

  • Sastra

    Puisi-Puisi M Abdul Roziq

    SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Firman Fadilah

    POLISI DAN KAMERA Seorang polisi berdiri di tepi perempatan mengatur lalu lintas, seragamnya masih licin, wangi dan maskulin, pluit ditiupkan,…

  • Puisi

    Puisi-Puisi Pitrus Puspito

    Perempuan Dengan Luka di Dadanya Dia menunggu. Dia akan merayakan kerinduan tanpa mengundang seorang pun. Dia juga telah mengusir binatang…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Yuditeha

    Sepiring Babi Guling dan Seorang Turis di Ubud di antara aroma serai dan minyak kelapa seorang pria dari kopenhagen menatap…

  • Sastra

    Dua Porsi Soto Dingin Seperti Gerimis Pagi Hari

    Pagi ini, dengan setumpuk berkas revisi laporan audit yang belum aku selesaikan semalam, seperti biasa aku duduk memesan dua porsi…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Emi Suy

    Sungai Jawar Mengalir di Dada Ibu Setiap pagi, ibu menuruni dunia dengan kendil di tangan dan cucian di punggung. Sungai…

  • Sastra

    Mutasi Mutualisasi

    DALAM ruangan guru dengan dinding bercat kusam dan sedikit retak oleh matahari yang masuk itu Pak Sanggah sedang membolak-balik buku…

  • Esai

    Menafsir Ulang Pilar yang Retak

    SETIAP kali tanggal 1 Juni datang, Indonesia kembali memanggil ingatan kolektifnya untuk menengok pidato Soekarno pada sidang BPUPKI tahun 1945—pidato…

Back to top button

Konten dilindungi!