TABANAN, Balipolitika.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan mendorong langkah perubahan besar pada jajaran manajemen seluruh badan usaha milik daerah. Anggota parlemen daerah secara resmi mengusulkan pengisian kursi pimpinan tertinggi perusahaan pelat merah berasal dari kalangan sektor swasta profesional. Langkah taktis yang sangat strategis ini bertujuan untuk mendongkrak performa bisnis korporasi lokal agar mampu menyumbang pendapatan daerah secara maksimal.
“Anak muda sekarang punya gerak cepat, paham segmen pasar, tahu persoalan dan kendala di lapangan, serta bisa menghadirkan inovasi,” ujar Anggota Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi pada Senin, 18 Mei 2026.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut menilai bahwa tantangan pengelolaan unit bisnis milik daerah kini telah semakin kompleks. Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana saat ini memegang kendali penuh atas berbagai macam klaster usaha sangat strategis milik masyarakat. Pengelolaan dari sektor pertanian hulu hingga destinasi pariwisata unggulan daerah memerlukan sentuhan manajerial yang jauh lebih modern serta lincah.
“Sosok yang enerjik dan memiliki jaringan bisnis luas dinilai sangat diperlukan untuk memimpin perusahaan daerah berpelat merah tersebut,” kata Eka.
Masa jabatan direktur utama definitif untuk mengelola badan usaha milik daerah tersebut kini telah resmi berakhir semenjak April lalu. Posisi yang sangat krusial tersebut sekarang masih diisi oleh seorang pejabat sementara untuk mengemban tugas pelaksana harian. Percepatan proses pengisian kursi pimpinan definitif tersebut menjadi sangat mendesak agar rencana bisnis strategis daerah tidak mengalami hambatan operasional.
“Proses seleksi nanti tidak boleh sekadar memenuhi aspek administrasi formal, melainkan harus benar-benar menempatkan figur dengan portofolio bisnis yang teruji,” tuturnya.
Manajemen perusahaan daerah pelat merah saat ini juga tengah bersiap untuk segera mengoperasikan fasilitas pabrik penggilingan padi modern. Rencana operasional dari pabrik penggilingan padi tersebut akan menjadi salah satu ladang bisnis baru yang sangat potensial. Selain itu, peluang ekspansi pasar korporasi juga terbuka sangat lebar pada sektor pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Kehadiran pemimpin yang paham medan bisnis dianggap sangat krusial untuk membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke tingkat nasional,” ungkap Eka.
Perubahan nama institusi korporasi menjadi Perumda Sanjayaning Singasana ini diharapkan mampu membawa iklim kerja baru yang jauh lebih produktif. Dewan perwakilan rakyat daerah sangat menginginkan adanya terobosan usaha yang nyata demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal Tabanan. Perusahaan berpelat merah kebanggaan daerah ini tidak boleh sekadar berganti identitas visual tanpa menunjukkan kemajuan performa keuangan secara nyata.
“Kami berharap perubahan nama serta struktur pada Perumda Sanjayaning Singasana membawa perubahan kinerja yang signifikan bagi daerah,” pungkas Eka. (BP/CHA).










