TABANAN, Balipolitika.com- Jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk kembali menelan korban jiwa dalam kecelakaan adu jangkrik yang melibatkan dua kendaraan angkutan barang bermuatan besar. Insiden maut ini meletus di kawasan Banjar Soka Kaja, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, tepat pada Rabu pagi yang cerah. Sebuah truk tronton yang sedang memacu kecepatan tinggi menghantam truk colt diesel dari arah berlawanan hingga mengakibatkan kabin kendaraan ringsek parah.
“Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan segera menerjunkan tim ke lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat pada pukul delapan lewat lima belas menit,” kata Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, Rabu, 25 Februari 2026.
Awal petaka bermula ketika truk Mitsubishi Tronton bernomor polisi B 9611 WV datang dari arah barat menuju ke timur. Pengemudi bernama Prastya Rahmadana Nasution nekat mengambil jalur kanan guna mendahului truk lain yang melaju lambat di depannya. Namun pada saat bersamaan, muncul truk Mitsubishi Colt Diesel dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Martinus Lelu Dappa dengan kecepatan stabil.
“Pengemudi truk colt diesel membanting stir ke arah kanan guna menghindari minibus yang melakukan pengereman mendadak di depannya secara tiba-tiba,” ujarnya.
Hantaman keras tidak terelakkan lagi karena posisi moncong kedua truk sudah berada dalam jarak yang sangat sempit sekali. Suara benturan logam yang sangat kencang mengejutkan warga sekitar yang sedang memulai aktivitas pagi di pinggir jalan raya nasional. Petugas kepolisian menemukan seorang penumpang truk colt diesel dalam kondisi terjepit material besi kabin yang sudah hancur total tidak berbentuk lagi.
“Seorang pelajar bernama Arianto Bulu Lero meninggal dunia di lokasi kejadian dan petugas segera membawa jenazah ke RSUD Singasana Nyitdah,” tutur AKP I Gusti Made Berata mengenai kondisi korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan maut pagi hari itu.
Proses evakuasi para korban berlangsung cukup dramatis karena kondisi fisik kendaraan yang saling mengunci satu sama lain di tengah aspal. Warga setempat bersama pihak kepolisian bahu-membahu menarik bagian pintu truk yang menjepit tubuh korban luka agar bisa segera keluar. Para korban selamat kini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Selemadeg karena menderita sejumlah luka robek dan kram otot yang cukup serius.
“Personel Unit Gakkum Satlantas Polres Tabanan sedang melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan lalu lintas ini,” ungkapnya.
Polisi mengerahkan dua unit mobil derek berukuran besar guna memindahkan bangkai kendaraan yang sempat melintang dan menutup akses jalan nasional. Antrean kendaraan panjang sempat terjadi dari kedua arah selama proses pembersihan sisa-sisa oli serta pecahan kaca di lokasi kejadian. Petugas masih melakukan pendataan terhadap total kerugian material yang menimpa kedua belah pihak akibat kerusakan parah armada logistik tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi truk agar selalu mematuhi marka jalan dan tidak memaksakan diri mendahului jika pandangan masih terbatas,” jelasnya.
Kawasan Soka Kaja memang terkenal sebagai titik buta yang seringkali memicu terjadinya kecelakaan fatal bagi para pengemudi yang kurang waspada. Kontur jalan yang memiliki tikungan tajam dan turunan terjal menuntut konsentrasi tinggi bagi setiap orang yang melintasi jalur logistik utama ini. Sinergi antara kepatuhan berlalu lintas dan kondisi kendaraan yang prima menjadi kunci utama dalam meminimalisir angka kematian di jalan raya. (BP/CHA).












