Heri Isnaini
-
Sastra
AKU YANG HARUS PULANG
AKU pindah ke kota D bukan karena pekerjaan. Setidaknya bukan semata-mata karena pekerjaan. Setelah lulus SMA aku sudah ditawari sahabat Ayah…
Selengkapnya »
Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].
HUJAN turun sejak pagi ketika Arka menemukan manuskrip itu. Langit menggantung rendah di atas kota kecil tempat ia mengajar, membuat…
Selengkapnya »
SETIAP sore lelaki tua itu menaburkan beras di halaman rumahnya. Tangannya gemetar ketika menggenggam mangkuk kecil berisi butiran-butiran putih, tetapi…
Selengkapnya »
HOTEL tua itu berdiri di ujung kota seperti seseorang yang terlalu lama menyimpan rahasia. Bangunannya tinggi, bercat krem pucat yang…
Selengkapnya »
TERMINAL itu seperti tubuh tua yang dipaksa tetap terjaga. Ia bernapas lewat deru mesin bus yang tidak pernah benar-benar diam,…
Selengkapnya »
KAKEK itu tidak pernah menyebut usianya. Orang-orang kampung hanya tahu, ia sudah ada sebelum jalan di depan rumahnya diaspal, sebelum…
Selengkapnya »
BANDARA selalu punya cara sendiri untuk mempermainkan waktu. Detik terasa lebih panjang, napas menjadi lebih berat, dan setiap langkah orang…
Selengkapnya »
AKU mengenal Raras seperti seseorang yang mengenal bayangannya sendiri. Bayangan yang hadir karena cahaya dan hilang karena gelap. Ia selalu…
Selengkapnya »
SETIAP menjelang Lebaran, kampus selalu mengeluarkan satu pengumuman kecil yang ditempel di papan dekat ruang tata usaha. Kertasnya tipis, kadang…
Selengkapnya »
MALAM itu hujan turun seperti seseorang yang berlari sangat kencang dan dia lupa cara berhenti. Begitu deras, sesekali terdengar gemuruh…
Selengkapnya »
AKU pindah ke kota D bukan karena pekerjaan. Setidaknya bukan semata-mata karena pekerjaan. Setelah lulus SMA aku sudah ditawari sahabat Ayah…
Selengkapnya »Konten dilindungi!