TABANAN, Balipolitika.com– PIB College bersama Bali Mandarin Academy dan Bama Karya Usada kembali menghadirkan program edukatif bertaraf internasional melalui Traditional Chinese Medicine (TCM) Cooking Workshop for Wellness Tourism, sebuah workshop yang menggabungkan ilmu kuliner, kesehatan, dan pariwisata dalam satu pengalaman pembelajaran yang unik.
Hidup sehat melalui pendekatan tradisional Tiongkok yang telah diwariskan selama ribuan tahun, para dokter di Indonesia dan praktisi internasional antusias menyambut program ini.
Traditional Chinese Medicine (TCM) Cooking Workshop for Wellness Tourism hadir untuk membuka wawasan masyarakat dalam mengelola berbagai penyakit seperti diabetes, jantung, dan stroke melalui pendekatan yang lebih holistik.
Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa pengobatan tradisional Tiongkok kini telah berkembang menjadi lebih modern dan dapat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui pola makan.
Kuliner tidak lagi hanya berfungsi sebagai pemenuh rasa, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan, mencegah penyakit, hingga membantu proses pemulihan tubuh.
Workshop ini dipandu oleh dr. Lin Yingjie dari Third Affiliated Hospital of Sun Yat-sen University yang membagikan pengetahuan serta praktik autentik mengenai penerapan prinsip TCM dalam pengolahan makanan.
Melalui sesi praktik langsung, peserta diajak memahami bagaimana makanan dapat berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan metabolisme, memperlancar peredaran darah, hingga membantu menjaga kesehatan kulit.
Konsep ini menunjukkan bahwa makanan sehari-hari dapat menjadi bagian dari terapi alami yang aman dan berkelanjutan.
Perwakilan PIB College, Dr Anastasya Sulis, menyampaikan bahwa kehadiran program ini merupakan langkah yang sangat positif, terutama bagi Bali sebagai destinasi internasional yang terkenal dengan kekayaan kulinernya.
Ke depan, kuliner diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai bagian dari gaya hidup sehat (wellness lifestyle).
PIB College sendiri memiliki visi untuk berkembang menjadi institusi bertaraf internasional, tidak hanya di bidang hospitality dan kuliner, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan wellness tourism.
Berdasarkan berbagai kajian global, sektor ini diproyeksikan terus berkembang pesat dan menjadi peluang besar bagi industri pariwisata, termasuk di Bali.
Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, PIB College aktif membangun kolaborasi internasional, termasuk dengan universitas di Tiongkok, serta menghadirkan praktisi global untuk memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa.
Ke depan, kolaborasi ini juga terbuka bagi negara lain seperti Thailand, India, dan Nepal yang memiliki kekayaan tradisi pengobatan alami.
Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi bagi para dosen dan manajemen, sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang saling berkembang dan adaptif terhadap tren global.
Sebagai langkah lanjutan, Bama Karya Usada juga berencana membuka layanan kesehatan tradisional Tiongkok untuk masyarakat umum di Denpasar, tepatnya di Jalan Serma Kawi yang ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Mei 2026.
Kegiatan ini turut didukung oleh Desa Wisata Jatiluwih serta berbagai asosiasi dan pelaku industri, sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Melalui workshop ini diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesadaran untuk lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari.
Pola makan sehat tidak berarti harus menghindari sepenuhnya makanan favorit, melainkan menjaga keseimbangan—mengutamakan yang bermanfaat bagi tubuh, dan membatasi yang berisiko bagi kesehatan.
Akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong Bali sebagai pusat pengembangan wellness tourism berbasis budaya dan kesehatan tradisional. (bp/ken)













