NASIONAL, Balipolitika.com – Gadis warga Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang berinisial MTA (22) tewas mengenaskan di tangan kekasihnya sendiri, usai 2 kali mereka berhubungan intim.
Fakta mengejutkan itu Satreskrim Polres Lumajang ungkapkan, setelah berhasil membekuk pelaku, AR (18) di kediamannya yang berlokasi tak jauh dari rumah korban.
Petugas kepolisian membeberkan bahwa sebelum pertengkaran hebat, yang berujung pada maut itu pecah di dalam kamar, pasangan kekasih ini sempat kencan keluar rumah lalu pulang dan melakukan hubungan badan.
“Korban dan pelaku sempat berhubungan badan 2 kali, hingga akhirnya terjadi cekcok mulut dan terjadi pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Ari Aulia.
Tragedi berdarah ini bermula, ketika korban dan pelaku baru saja pulang berkencan dari area Kota Lumajang pada pagi hari. Sesampainya di rumah korban, kemesraan tersebut mendadak berubah menjadi petaka setelah keduanya terlibat adu mulut hebat di dalam kamar.
Pertengkaran pecah akibat perkataan korban, sangat menyakiti hati pelaku. AR yang tersulut emosi dan gelap mata kemudian keluar dari kamar untuk mengambil sebilah kayu. Kayu tersebut ia serang secara brutal ke tubuh korban hingga tak berdaya.
“Korban pergi dengan pelaku ke Lumajang kemudian setelah itu pulang. Di rumah korban terjadi cekcok hingga pelaku memukul korban,” jelas AKP Ari Aulia.
“Pelaku memukul korban 3 kali kemudian menyumpal mulut korban menggunakan kain sprei, hingga mengikat leher korban menggunakan celana jin,” terangnya lebih lanjut mengenai detail eksekusi.
Tindakan membekap mulut dengan kain seprai dan melilit leher korban, dengan celana jin tersebut sengaja agar korban tidak berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Setelah korban meninggal dunia, pelaku membiarkan jasad korban telentang tanpa busana di atas kasur demi mengaburkan motif aslinya. (BP/OKA)













