esai
-
Sastra
Di Bawah Langit yang Sama
SORE ITU, langit Madiun berwarna jingga lembut. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tetapi cahaya yang memantul dari aspal Jalan Panglima Sudirman…
-
Esai
Topeng Dylan, Baja Hemingway, dan Cahaya Tagore
The wound is the place where the Light enters you (Jalaluddin Rumi) Panggung Tiga Maestro Ibaratkan dunia yang kita…
-
Esai
Tentang Pendidikan yang Terlalu Lama Bersantai
PADA ghalibnnya, pagi hari di ruang-ruang kelas Indonesia sering dimulai dengan suasana yang tampak biasa. Buku pelajaran yang asing di…
-
Sastra
Kabut, Kata, dan Keberanian Dwi Aji Prajoko dalam Memelihara Nurani
MALAM JUMAT, 6 Maret 2026, selepas solat tarawih, sebuah guest house bernama Omahkoe di Kota Madiun berubah menjadi ruang percakapan…
-
Sastra
Buku Adalah Cara Mengenal Dunia dan Permasalahannya
SAYA sangat antusias ketika mendapatkan buku antologi cerpen yang ditulis oleh penulis perempuan lintas bidang berjudul “Tanda-Tanda di Langit Kahayan”…
-
Sastra
Sebuah Upaya Mengembalikan Hati ke Pusat Peradaban
PERBINCANGAN saya dengan seseorang yang saya sebut kang mas ustad bermula dari satu pertanyaan sederhana: apa kegelisahan terbesar hari ini?…
-
Esai
Mochtar Lubis 2.0
SAYA sedih mendengar bahwa nilai TKA Matematika dan matpel lainnya di Indonesia “terjun bebas” di akhir 2025 serta IQ rata-rata…
-
Sastra
Bahagia Menjadi Orang Tidak Penting
KITA hidup di zaman ketika percakapan terdengar seperti bisik-bisik kecurigaan. Di ruang kerja, di panggung seni, bahkan di lingkar pertemanan, terasa…
-
Esai
Kisah Penghabisan Melalui Akar Van Gogh
“I dream my painting, and then I paint my dream.” (Vincent van Gogh) LUKISAN TERAKHIR Vincent van Gogh, “Tree Roots“, selesai…
-
Sastra
Ananda Sukarlan, Lukisan Huiga, dan Sinestesia: Ketika Bunyi Menjelma Warna dalam Relasi Zaman
SAYA menulis kuratorial ini bukan dari jarak aman seorang pengamat, melainkan dari posisi yang lebih rapuh: sebagai ayah dari pelukisnya.…









