DENPASAR, Balipolitika.com– Tragedi berdarah terjadi di “Kampus” Abian Tubuh, Jalan Sokasati, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Minggu, 27 Juli 2025.
Molog- demikian korban akrab disapa- menjadi korban ayam aduan super galak bersenjata “taji” di kakinya.
Informasi yang dihimpun, sebelum menyerang korban Molog, ayam jago itu tidak sengaja lepas dari tangan “pakembar”.
Di sisi lain, ayam lawan belum dilepas dan masih dalam genggaman pakembar lain.
Saat ayam dilepas sebelum waktunya, posisi sarung taji ayam tersebut juga sudah dilepas.
Musibah pun terjadi, ayam jago dalam kondisi onfire tersebut menyerang orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Apes bagi korban Molog, ia berada di posisi yang sangat dekat dengan ayam “ngamuk” tersebut hingga akhirnya menjadi sasaran penyerangan.
Korban Molog yang dikenal polos pun akhirnya meregang nyawa di rumah sakit.
Dalam rekaman video yang diperoleh redaksi, korban tampak terengah-tengah memegangi luka akibat diserang ayam aduan.
Mengenakan kaca mata, berbaju putih, dengan tas selempang hitam, kaki tangan korban tampak penuh darah.
Saat keluar dari arena “Kampus” Abian Tubuh, darah tampak bercucuran mengikuti langkah korban yang dibopong rekan-rekannya.
“Mobil anggon, mobil anggon,” demikian terdengar teriakan warga yang bersimpati saat posisi korban berubah dari dibopong menjadi dipanggul lantaran kondisinya semakin memprihatinkan.
“Korban meninggal dunia. Bukan karena mejaguran atau penganiayaan, murni karena diamuk ayam metaji,” ucap salah seorang warga setempat.
Dikonfirmasi, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi belum memberikan keterangan kepada redaksi terkait insiden berdarah yang merenggut nyawa Molog. (bp/tim)













