BADUNG, Balipolitika.com- Sejarah Desa Sembung menjadi topik bahasan kali ini. Setiap nama desa pasti menyimpan sejarah di baliknya. Begitu pula dengan riwayat unik sejarah Desa Sembung. Sayangnya, bukti tertulis resmi belum ditemukan pasti.
Awalnya, sekelompok pendatang memulai riwayat Desa Sembung. Mereka datang dengan tekad mengadu nasib di wilayah tersebut. Area ini dulunya merupakan hutan lebat penuh pohon sembung. Para pendatang merabas hutan untuk dijadikan perumahan dan ladang. Mereka kemudian memberi nama Sembung sesuai pohon yang dominan. Desa ini berada di bawah kekuasaan penuh Kerajaan Mengwi.
Hubungan ke Ibu Kota Mengwi pada waktu itu sangatlah sulit. Kerajaan Marga dan Perean berada jauh lebih dekat ke desa. Gangguan dari kedua kerajaan tetangga sering terjadi. Sebagian besar rakyat Sembung terpaksa mengungsi keluar daerah. Mereka menyingkir ke tempat yang dianggap lebih aman. Sebagian besar penduduk menuju ke Desa Marga yang baru. Setelah itu, hutan sembung tumbuh kembali dengan subur karena tidak ada yang menempati.
Raja Kengetan Mendirikan Puri Sembung
Tersebutlah sebuah kerajaan bernama Kengetan. Raja Kengetan diperintah I Gusti Agung Made Geria. Ia adalah keturunan raja Mengwi yang perkasa. Raja Gianyar menyerang Kengetan secara tiba-tiba. Raja Kengetan tidak mampu menahan gelombang serbuan. Ia meninggalkan kerajaannya bersama rakyat yang setia. Mereka semua mengungsi menuju Geria Buruan Sanur.
Pedanda Geria Sanur menyarankan ia pergi ke Sembung. Raja Mengwi menyuruh I Gusti Agung Made Geria menetap. Ia akan tinggal di Desa Sembung yang sudah kosong. I Gusti Agung Made Geria berangkat dari Mengwi. Ia diikuti seluruh rakyatnya yang setia dan berani.
Tempat itu sudah menghutan kembali dengan pohon sembung. Mereka mendirikan Puri Sembung dengan segala perlengkapan. Ia membuat dusun-dusun sesuai nama tempat asal mereka. Dusun Belang, Dusun Tauman, dan Dusun Pasekan didirikan. Dusun Dajan Peken juga masih terdapat sampai sekarang ini. Orang menempati dusun tersebut sesuai asal mereka. Mereka berasal dari Kerajaan Kengetan yang lama.
I Gusti Agung Made Geria bertahta di Puri Sembung. Ia memimpin rakyatnya dengan bijaksana dan adil. Kerajaan Marga dan Perean tidak pernah mengganggu lagi. Keamanan Kerajaan Mengwi menjadi lebih terjamin. Desa Sembung membentang sebagai benteng kuat dari utara. Sejarah Desa Sembung menjadi penopang keamanan Mengwi.
Keadaan Desa Sembung yang sudah aman diketahui. Sebagian besar penduduk yang mengungsi kembali lagi. Penduduk yang di Desa Marga kembali ke Sembung. Mereka meninggalkan Bale Agung dan Pura Dalem Sekala. Pura itu disungsung oleh sebagian rakyat Marga sampai sekarang.
Sejarah Desa Sembung berlanjut dengan kedatangan rombongan baru. Rombongan pengungsi Jukut Paku bertempat tinggal di Karangjung. Keturunan I Gusti Agung Made Geria ikut pindah. Mereka pindah ke Karangjung, Nyelati, dan Kuwum. Penduduk bertambah, wilayah Sembung menjadi terlalu luas. Desa Sembung akhirnya mekar menjadi desa-desa baru.
Keturunan I Gusti Agung Made Geria masih memegang pimpinan. Ia dianggap sebagai Perbekel pertama Desa Sembung. Kepemimpinan ini tercatat semenjak tahun 1900 Masehi. Desa Sembung adalah simbol ketahanan rakyat yang kuat. (BP/CHA).













