BADUNG, Balipolitika.com– Usai insiden listrik tiba-tiba padam hingga pelayanan pasien terganggu pada Senin, 18 Agustus 2025 lalu, keberadaan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kabupaten Badung kembali membuat masyarakat mengelus dada.
Pasalnya, sebagai objek super vital, RSD milik salah satu kabupaten terkaya di Indonesia itu dikabarkan bocor dan tergenang air imbas hujan pada Selasa- Rabu, 9-10 September 2025.
Dibangun dengan nilai fantastis senilai Rp262 miliar (proyek multiyear) minus alat radioterapi yang tak kunjung terwujud hingga detik ini sejak dibangun mulai akhir tahun 2018, gedung megah RSD Mangusada tampak bocor dan tergenang air sesuai rekaman sejumlah video plus foto-foto yang diterima tim redaksi, Rabu, 10 September 2025.
Mulai beroperasi sejak 2021 meski belum sepenuhnya alias relatif baru, yakni 4 tahun, gedung RSD Mangusada bocor dan tergenang air meskipun telah digelontorkan anggaran rutin untuk perawatan dengan nominal tidak sedikit.
Sesuai penelusuran redaksi, Pemerintah Kabupaten Badung baru saja merealisasikan paket belanja pemeliharaan bangunan gedung- bangunan tempat kerja-bangunan kesehatan; belanja pemeliharaan kantor/ gedung/ bangunan/ biaya pemeliharaan gedung rumah sakit (pengecetan Gedung A lantai 2) dalam kegiatan pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor RSD Mangusada.
Tertera sudah selesai dengan tanggal pembuatan 21 Juli 2025, pengadaan langsung Tahun Anggaran BLUD 2025 dengan nilai pagu paket Rp180.000.000 dan nilai HPS Paket Rp167.448.140,00 itu dikerjakan oleh CV Lumbung Sari Mitra Sarana, Jalan Raya Gerih, Blumbungan, Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung.
Ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen/PPK RSD Mangusada Kabupaten Badung, dr. I Wayan Darta pada 15 Juli 2025, tertera jenis pekerjaan yang dilakukan oleh CV Lumbung Sari Mitra Sarana, mencakup pemasangan plafon gypsum dan list plafond gypsum, pengecatan, pasang pintu KM engsel dan kunci pintu, dan pasang instalasi lampu serta lampu downlight.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Rabu, 10 September 2025, Direktur Utama RSD Mangusada Kabupaten Badung, dr. I Wayan Darta membantah bahwa telah terjadi kebocoran, melainkan air yang meluap karena curah hujan yang tinggi.
Insiden meluapnya air hingga ke ruangan UGD dan Radiologi itu tegasnya sudah bisa diatasi memanfaatkan mesin pompa.
“Oleh karena curah hujan terlalu tinggi air di lapangan sebelah barat Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sebelah timur Poliklinik Penyakit Paru tadi malam, jam 04.00 pagi meluap sampai ke UGD dan ke Ruang Radiologi, tapi sekarang sudah bisa teratasi dan pelayanan tetap jalan dan yang bocor di ruang pendaftaran UGD. Tapi itu sudah teratasi dan sampai sekarang pelayanan di UGD dan di tempat lainnya sudah berjalan seperti biasa,” ucap dr. I Wayan Darta. (bp/ken)













