Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

cerpen

  • Sastra

    Ibu Tidak Pernah Sekolah

    SAAT masih SD aku penasaran pada Ibu yang tak pernah kudapati menulis dan berhitung.  Lalu Ibu mengaku tidak pernah sekolah. …

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Jemari dalam Senja Minang

    DI TEPIAN Danau Maninjau, saat lembayung jingga memeluk bukit-bukit, aku seringkali terhanyut dalam lamunan. Bukanlah lamunan kosong, melainkan sebuah jejak…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Kai Unggat “Bisnis”

    CUIH!  Ludah itu spontan meluncur dari mulut Kai Unggat. Kakek itu menggeleng menyaksikan genangan air hujan yang terkurung dalam lubang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    KAI UNGGAT “Madu”

    DENTUMAN sound karaoke Siaga menggema mengusik malam. Makin tinggi waktu makin menyentak tanah sekitaran. Rutinitas demikian biasa untuk sambut musim…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Kemenangan Moskwa

    TEPAT di pagi itu, langit mendung dan gerimis menggelayuti Moskwa. Begitu keluar dari stasiun metro di dekat lapangan merah, angin…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Sunyi Menelan Manda

    MANDA menutup buku lusuh yang baru saja selesai dibacanya. Buku itu, warisan dari seorang guru tua yang dulu pernah singgah…

    Selengkapnya »
  • Cerpen

    Suara Jangkrik dan Kenangan Mantan

    “ISTRIKU, tidakkah engkau merasakan suatu kedamaian, kala dirimu mendengar suara-suara jangkrik yang bersahutan?” tanya Adiwilaga pada Evi. “Suamiku, aku pun…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Balian Sakti

    NAMA WAYAN JENGKI makin bersinar saja. Hampir setiap hari pasramannya yang berada di kaki Gunung Batukaru dijejali masyarakat. Mereka datang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Sendang Yang Mulia

    SORE itu, bau busuk menusuk hidung Ratri. Bau itu menyebar di setiap sudut jalan setapak yang dilewatinya, aromanya begitu pekat,…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Anak Pasar

    TUBUHNYA berpeluh. Ia lari-lari, sembunyi di semak-semak, bermain petak umpet dengan anak-anak jalanan lainnya. Di rimbun tanaman rambat, ia mengintip…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!