BADUNG, Balipolitika.com– Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri kegiatan sosialisasi rencana pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di Balai Banjar Pengabetan Kuta, Sabtu, 2 Mei 2026.
Kegiatan sosialisasi tersebut membahas rencana pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali yang akan berlokasi di kawasan Bom Bali 1 (Ex Sari Club) sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban tragedi kemanusiaan sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai perdamaian dan persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan museum tersebut.
Menurutnya, keberadaan museum ini nantinya diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, sekaligus destinasi sejarah yang memiliki nilai kemanusiaan dan refleksi mendalam bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sosialisasi ini turut dihadiri unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, perangkat desa adat, serta masyarakat setempat yang memberikan perhatian terhadap rencana pembangunan museum tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga memori sejarah dan menanamkan semangat perdamaian di Pulau Bali.
Sebelumnya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Jo Stevens dalam rangka mempererat kerja sama serta membahas rencana pembangunan museum perdamaian sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban peristiwa Bom Bali 2002.
Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis, 8 Januari 2026 dihadiri Konsul Diplomasi Publik Lachlan Norton, Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha dan Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa.
Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemkab Badung mendukung pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali dilatarbelakangi oleh peristiwa Bom Bali 2002.
Pembangunan museum tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para korban tragedi kemanusiaan tersebut.
Adi Arnawa merinci museum ini akan dibangun sebagai ruang memorial untuk mengenang peristiwa Bom Bali, sekaligus menjadi simbol perdamaian.
Ke depan, Museum Taman Perdamaian Bali diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi sejarah dan edukasi di Kabupaten Badung, mengingat peristiwa Bom Bali juga melibatkan banyak warga Australia.
Pemerintah Kabupaten Badung pun telah mengalokasikan anggaran pembangunan museum tersebut pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen nyata.
Dalam kesempatan itu, Konsulat Jenderal Australia, Jo Stevens menyampaikan terima kasih atas penerimaan oleh Bupati Badung.
Ia juga mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Badung, terkait dukungan penyediaan lahan untuk rencana pembangunan Museum Perdamaian.
Mendengar komitmen Bupati, Jo Stevens merasa sangat senang dan menyambut baik rencana pembangunan Museum Perdamaian tahun ini.
“Kami berterima kasih dan mendukung penuh terhadap pembangunan museum sebagai simbol persahabatan dan refleksi sejarah,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa menjelaskan pembangunam Museum Perdamaian Bali mengadopsi konsep “Samsara” (lahir, hidup dan mati).
Museum akan dibangun diatas lahan seluas 15 are dan dilengkapi basement berlokasi di sebelah Monumen Bom Bali.
Bagian depan diisi halaman dan taman, didalamnya ada dokumen Bom Bali dilengkapi diorama dan auditorium, serta bagian belakang akan ada perpustakaan dan informasi lainnya. (bp/ken)













