BALI, Balipolitika.com – Tragedi kecelakaan menimpa pembalap muda asal Badung, bernama Komang Gede BAW atau Bram, saat mencoba sepeda motornya di sikuit drag race di Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
Kabarnya jenazah pembalap berusia 19 tahun ini, akan proesi penyemayaman di Desa Adat Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Perbekel Desa Bukti, Gede Wardana, membenarkan adanya informasi jika jenazah Komang Gede akan terbawa ke Desa Adat Sanih.
Ia menjelaskan, memang secara administrasi kedinasan, Komang Gede dan keluarga sudah lama pindah domisili ke wilayah Kabupaten Badung. Kendati demikian, ia dan keluarganya masih menjadi krama Desa Adat Sanih.
Walaupun sudah mendengar informasi tersebut, Wardana belum bisa memastikan kapan jenazah ke Desa Adat Sanih. Demikian pula ia juga belum mengetahui apakah jenazah akan prosesi penguburan atau langsung kremasi.
“Apakah hari ini jenazah ke sini atau kapan, saya belum tahu. Termasuk apakah akan penguburan atau kremasi. Mungkin besok untuk lebih jelasnya,” ucap dia.
Insiden kecelakaan tragis terjadi di sirkuit Desa Landih, Bangli pada Senin (27/10) sekitar pukul 11.00 Wita.
Pembalap muda berinisial Komang Gede BAW alias Bram, mengalami kecelakaan saat melakukan uji coba motor balapnya. Ia menabrak tembok pembatas sirkuit.
Komang Gede segera terbawa ke RSUD Bangli, untuk mendapat penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga IGD RSUD Bangli, pembalap asal Kerobokan, Kabupaten Badung ini mengalami sejumlah luka serius.
Di antaranya cedera pada kepala, luka robek pada dagu, luka terbuka di paha kiri, lutut dan kaki kanan bagian bawah patah terbuka, dan luka lecet di perut. Pihak medis juga menyatakan jika Komang Gede meninggal dunia.
Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bali menyampaikan duka cita mendalam, atas meninggalnya pembalap muda Komang Gede BAW atau lebih akrab dengan sapaan Bram saat uji coba di sirkuit drag race di Desa Landih, Kecamatan Bangli, Senin (27/10).
Ucapan duka cita ini oleh Humas IMI Bali, Puja Astawa, Selasa (28/10). “Kami sebagai pengurus IMI Bali turut berbelasungkawa dalam kejadian ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Puja.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Ketua IMI Bali Ajik Krisna terkait kejadian ini seperti apa langkah kedepannya agar kejadian serupa tidak terulang. (BP/OKA)







