KARANGASEM, Balipolitika.com– Di balik senyum hangat dan semangat yang tak pernah padam, I Made Subena Putra, S.Sos. atau akrab disapa Wik Ben menyimpan perjalanan panjang di dunia seni dan olahraga.
Pria asal Karangasem, Bali ini bukan sekadar atlet senam, melainkan seseorang seniman serba bisa yang mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat ASEAN.
Karier Wik Ben di dunia senam dimulai sejak tahun 2005, ketika ia pertama kali mengikuti lomba senam yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem dan langsung meraih juara pertama.
Keberhasilan tersebut membuka jalan bagi timnya untuk mewakili kabupaten di tingkat provinsi pada tahun yang sama, dan timnya kembali pulang membawa gelar juara.
Perjalanan Wik Ben terus berlanjut ke panggung nasional. Melalui proses seleksi pada tahun 2010, timnya terpilih untuk mewakili Bali di tingkat nasional.
Puncak prestasinya tercapai pada tahun 2022 ketika tim senamnya mengikuti lomba tingkat se-ASEAN secara daring dan berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus: juara pertama, juara favorit, dan juara terbaik.
Tim perwakilan Bali tersebut terdiri dari Yudi, Dewi, Fitri, Ngurah, dan Wik Ben sendiri.
“Pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mengikuti lomba senam tingkat se-ASEAN yang diselenggarakan secara daring. Tim saya berhasil meraih penghargaan sebagai juara pertama, juara terbaik sekaligus juara favorit, sebuah pencapaian yang hingga kini masih terus saya kenang” ujar Wik Ben.
Motivasi Wik Ben menekuni senam bukan sekadar mengejar trofi. Ada misi mulia di balik setiap gerakannya; mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengharumkan nama daerah dan Indonesia.
Ia percaya bahwa olahraga seperti senam merupakan pelengkap penting di samping pola makan sehat.
Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, Wik Ben menekankan pentingnya istirahat cukup, pola makan sehat, dan latihan yang konsisten.
Namun di atas segalanya, ia paling menekankan menjaga semangat dan selalu menampilkan senyum.
“Yang paling saya tekankan adalah menjaga semangat dan selalu menampilkan senyum kepada setiap orang, karena sikap positif adalah kunci utama dalam setiap kompetisi” kata Wik Ben.
Tak hanya di dunia senam, Wik Ben juga dikenal sebagai MC berpengalaman di Karangasem hingga tingkat provinsi dan nasional.
Di bidang seni tari, ia pernah tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 1992 mewakili Gong Kebyar Dewasa.
Pada tahun 1996 dan 1997, ia menjadi penari perdana Tari Penyambutan Puspa Redaya.
Kemudian generasi selanjutnya penari Puspa Redaya meraih prestasi sebagai penari terbaik.
Prestasi tersebut mengantarkan para penari Tari Puspa Redaya mendapatkan kehormatan diundang ke istana negara pada era pemerintahan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
Wik Ben juga aktif di bidang seni suara sebagai anggota vokal grup dan paduan suara Pemerintah Kabupaten Karangasem.
Bersama kelompok paduan suara tersebut, ia melakukan studi banding ke Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta pada tahun 2019 dan ke Istana Kepresidenan tahun 2006.
Kreativitas Wik Ben tak berhenti di sana. Ia juga mengelola agensi model bernama Elite Agency dengan sekitar 35 murid dari berbagai kelompok usia.
Pada tahun 2024, Wik Ben berperan ganda sebagai pelatih sekaligus desainer dalam ajang fashion show yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Dalam waktu hanya 2 minggu, ia berhasil merancang sembilan busana yang ditampilkan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), mewakili Kabupaten Karangasem.
“Saat itu saya benar-benar merasa tertantang karena harus menyelesaikan sembilan rancangan, dengan lima rancangan pakaian wanita dan empat rancangan pakaian laki-laki, hanya dalam waktu dua minggu” kenangnya.
Rancangan busana ciptaannya yang diberi nama Wana Wastra bahkan mendapatkan kehormatan diundang oleh Ketua PKK Provinsi Bali, Ni Putu Suaastini.
Tim senam Wik Ben pun pernah berpartisipasi dalam Senam Harmoni dan dipercaya menjadi juri dalam lomba Senam Harmoni yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam kelas model, Wik Ben membuka kelas di kediamannya di BTN Karalangu, Subagan, Karangasem.
Kepada generasi muda, ia menitipkan pesan yang sederhana namun penuh makna.
“Kepada seluruh generasi muda di Karangasem dan Bali yang memiliki potensi di bidang seni maupun bidang lainnya, janganlah pernah merasa malu untuk menunjukan kemampuan kalian. Teruslah beraktivitas dan berkreativitas, karena apa pun yang kalian tekuni dengan sungguh-sungguh, pasti akan membuahkan hasil yang membanggakan” pungkas Wik Ben. (bp/Ni Luh Anggie Dirga Putri/4A/Basindo/Undiksha)













