BALI, Balipolitika.com – Banjir menerjang hampir seluruh wilayah Bali, pada 10 September 2025. Tak terkecuali wilayah Jembrana, Bali.
Sebanyak 3.849 KK warga Jembrana pun, terpaksa harus mengungsi karena terdampak bencana banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi.
Menurut data, jumlah warga terdampak tersebut tersebar di 48 titik banjir yang terjadi di Jembrana. Dari jumlah tersebut, sebelumnya sempat ada beberapa titik posko pengungsian sementara seperti di Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Desa Yehkuning, dan juga Loloan Barat hingga di Kantor Desa Pengambengan.
Selain rumah warga, juga menyebabkan sejumlah infrastruktur. Mulai dari merajan warga, jalan, sekolah sempat terendam, tempat ibadah, hingga lahan pertanian dan juga sebabkan peternakan warga mati.
Di sisi lain, juga ada dua orang warga meninggal dunia dampak cuaca buruk tersebut. Satu orang tersetrum listrik dan satu orang hanyut terseret arus banjir saat melintas di jalan umum.
“Astungkara saat ini sudah mulai mereda. Namun, warga yang terdampak sangat banyak. Terparah di Samblong, Yeh Kuning dan juga Pengambengan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra.
Dia menyebutkan, tiga wilayah tersebut menjadi yang terparah saat peristiwa bencana banjir di Gumi Makepung. Bahkan, evakuasi sejumlah warga harus menggunakan alat bantu seperti rubber boat karena ketinggian air lebih dari satu meter.
“Di Lingkungan Samblong ketinggian air lebih dari satu meter lebih. Kemarin evakuasi dengan tim gabungan menggunakan alat bantu. Astungkara berhasil dilakukan. Saat ini, air sudah mulai surut,” ungkapnya.
Mengenai posko pengungsian, Artana mengakui sejak pagi tadi posko pengungsian sudah mulai kosong. Sebab, warga yang terdampak sudah mulai kembali ke rumahnya dan melakukan aktivitas pembersihan dampak banjir.
“Petugas kira bersama TNI Polri dan lainnya juga membantu proses pembersihan, terutama di wilayah yang terdampak sangat parah,” jelasnya.
Dia mengimbau, sesuai prakiraan dari BMKG, kondisi hujan dengan intensitas sedang-tinggi masih bakal terjadi hingga dua hari kedepan. Seluruh masyarakat tetap waspada dan siaga jika ada potensi terjadi banjir lagi.
“Kami imbau tetap waspada, mengingat ada prediksi dari BMKG hingga dua hari ke depan. Jika ada potensi (banjir) agar segera melakukan evakuasi dini, terutama keluarga dan anak-anaknya,” imbaunya. (BP/OKA)









