DENPASAR, Balipolitika.com– Cupers Kopi atau sering disebut cup taster adalah profesional yang ahli dalam menilai kualitas, rasa, dan aroma kopi melalui teknik cupping.
Tekbik cupping merupakan metode standar evaluasi aroma dan rasa kopi (fragrance, aroma, acidity, body, flavor, sweetness, aftertaste) menggunakan rasio kopi dan air (umumnya 1:18, misal 10-12g kopi dengan 180-200ml air panas 93°C-100°C).
Bubuk kopi kasar diseduh (tubruk), didiamkan 4 menit, break aroma, buang buih (foam), dan disruput agresif (slurping) untuk menilai profil rasa.
Cup taster berfokus pada analisis mendalam untuk membedakan cita rasa kopi specialty.
Selain itu, istilah ini juga merujuk pada kompetisi cup taster dan brand kopi spesifik seperti Coopers Coffee.
Cup taster (cupers) mengevaluasi kopi untuk mengetahui kecacatan atau keunggulan rasa.
Ajang bergengsi untuk menguji kecepatan dan ketepatan dalam membedakan perbedaan rasa kopi inilah yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golongan Karya (DPD I Golkar) Provinsi Bali.
Dalam upaya mencetak generasi muda terampil, Partai Golkar Bali di bawah nakhoda I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyasar sektor ekonomi kreatif, khususnya industri kopi melalui cup tasters atau cupers.
Lewat Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, parpol berlogo “Beringin” ingin melahirkan para profesional dengan kemampuan sensorik tajam dalam menilai aroma, rasa, dan kualitas kopi melalui teknik cupping.
Demer menyebut cup tasters menjadi elemen penting dalam rantai industri kopi modern karena merekalah yang mampu mengidentifikasi profil rasa, karakter kopi, hingga mendeteksi cacat pada seduhan kopi secara presisi.
Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan yang akan digelar secara bertahap di sembilan kabupaten/kota se-Bali dimulai dari Kota Denpasar sebagai titik awal estafet pencarian bakat.
“Dari satu kota ke sembilan kabupaten, Golkar Bali hadir membawa semangat kompetisi, pembinaan, dan lahirnya generasi cup taster Bali yang siap melangkah lebih jauh,” ungkap Demer.
Kompetisi perdana akan digelar di Wantilan Sekretariat DPD Partai Golkar Bali, Jalan Suradipa Denpasar, Sabtu, 31 Januari 2026 hingga Minggu, 1 Februari 2026.
Sebanyak 32 cupers akan bertanding di setiap kabupaten/kota di mana akan dipilih empat juara, yakni juara I hingga juara IV.
Selanjutnya tiga terbaik akan melaju ke tingkat provinsi untuk beradu kemampuan dengan para juara dari seluruh Bali.
Pemenang tingkat provinsi nantinya akan difasilitasi untuk mengikuti kompetisi regional di Jakarta.
Kesempatan ini dibuka dengan harapan mampu menembus dan berprestasi di ajang Cup Tasters tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Panitia Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, Fitra mengatakan ajang ini dirancang untuk melahirkan generasi muda baru yang mampu membawa nama Bali bersinar di tingkat nasional bahkan internasional.
“Bali punya banyak talenta muda yang potensial dan terbukti mampu berprestasi. Salah satunya Alif Andira, barista asal Bali yang menjadi Juara Nasional Indonesia Cup Tasters Championship 2025/2026 dan akan mewakili Indonesia di World Cup Tasters Championship 2026 di Bangkok,” ungkap Fitra.
Jelasnya peserta akan diuji ketajaman indra pengecapan dan penciuman.
Setiap peserta akan menghadapi delapan set kopi dengan total 24 cangkir.
Dalam tiap set terdapat tiga cangkir, di mana satu cangkir memiliki rasa berbeda dari dua cangkir lainnya yang sejenis.
Peserta harus menemukan perbedaan tersebut dalam waktu delapan menit.
“Kalau tebakannya benar, berarti sensory lidahnya sangat baik. Ini murni uji ketepatan rasa dan fokus,” jelas Fitra sembari menyebut kemampuan cup tasters merupakan keterampilan dasar bagi seorang barista untuk mengenali karakter kopi, mulai dari aroma, rasa, hingga keunikan setiap origin.
Keterampilan ini menjadi fondasi penting untuk menyajikan kopi berkualitas, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam kejuaraan ini, panitia menyiapkan 15 jenis kopi di mana 13 di antaranya berasal dari empat daerah utama penghasil kopi di Bali, yakni Bangli (Kintamani), Badung (Plaga), Tabanan (Pupuan), dan Buleleng (Munduk).
Dua jenis kopi lainnya berasal dari Toraja sebagai pembanding.
“Kami ingin meningkatkan skill teman-teman di industri kopi, terutama mereka yang bercita-cita bekerja di luar negeri atau di kapal pesiar. Cup tasters ini jadi modal penting,” tandas Fitra.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida yang akrab disapa Wiwin menegaskan bahwa Golkar Bali ingin menghadirkan kompetisi cup tasters yang benar-benar sesuai standar internasional.
“Kami ingin menunjukkan seperti apa kompetisi yang sesungguhnya. Punya standar, punya aturan main yang jelas, bukan lomba asal-asalan. Karena itu kami mengacu pada standar internasional,” tegasnya.
Sembari menyebut nominal hadiah Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 cukup lumayan, Wiwin menegaskan komitmen Golkar Bali mengakomodasi dan mengapresiasi anak-anak muda Bali di bidang kopi melalui pendekatan kreatif, kekinian, dan produktif. (bp/ken)













