KRITISI: Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat diwawancarai usai giat upakara di Kantor DPD Gerindra Bali kemarin, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Menyoroti upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam menangani permasalahan sampah, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau akrab disapa De Gadjah mengatakan, upaya penanganan yang dilakukan Pemprov Bali belum optimal mengingat permasalahan sampah masih menjadi momok di sejumlah wilayah, khususnya Denpasar, masih memerlukan diperlukan solusi jangka pendek yang bisa mendukung Program Nasional PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) di Bali.
De Gadjah menyebut, walaupun Gubernur Wayan Koster elah berupaya maksimal dalam menghadapi polemik sampah di Bali, menurutnya upaya tersebut belum optimal sehingga ia berharap pemerintah bisa mencari solusi untuk mengoptimalkan program jangka pendeknya dan memaksimalkan program-program yang sudah berjalan dengan baik.
“Saya rasa Gubernur Bali sudah berupaya maksimal soal (sampah, red) ini. Cuma kalau kaca mata saya melihat belum optimal, masih banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait sampah, sejauh ini program-program yang sudah berjalan seperti TPS3R, Teba Modern, Composter, sudah baik namun belum optimal. Saya berharap, pemerintah bisa lebih serius lagi dan mengurangi kegiatan-kegiatan seremonialnya untuk bisa konsen menyelesaikan persoalan sampah ini,” ungkap De Gadjah.
Terkait solusi, De Gadjah memberikan saran agar pemerintah bisa melalukam studi banding dengan daerah lain yang telah sukses menangani sampah seperti Surabaya. Terlebih, posisi Bali yang dipilih untuk program PSEL setelah DKI Jakarta oleh Presiden Prabowo sebagai soluso jangka panjang persoalan sampah, menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan di Bali untuk dapat beradaptasi untuk mendukung pariwisata Bali yang berkelanjutan.
“Saya rasa Bali harus segera beradaptasi, demi pariwisata yang berkelanjutan persoalan sampah ini harus tuntas. Mengingat, negara pesaing pariwisata seperti Thailand dan Vietnam mereka sudah selangkah lebih maju dari kita dan Bali tidak boleh ketinggal,” tegasnya. (bp/gk)










