DENPASAR, Balipolitika.com- PT Pegadaian (Persero) melalui Kantor Wilayah VII Denpasar menggelar Media Gathering di Icon Mall Sanur, 24–26 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pegadaian dalam memperkenalkan aplikasi digital terbarunya, Tring by Pegadaian, yang dirancang untuk menjangkau generasi muda dan memperkuat komitmen perusahaan terhadap inklusi keuangan nasional.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 20 perwakilan media di Bali ini juga turut menghadirkan jajaran Manajemen Pegadaian, di antaranya Supriyanto, Kepala Divisi IT Strategic Pegadaian, serta Made Swasmara dan perwakilan Kanwil VII Denpasar.
Acara dikemas secara santai dan interaktif untuk mempererat hubungan antara Pegadaian dan media sekaligus menjadi ajang berbagi informasi seputar kinerja dan inovasi perusahaan.
Transformasi Digital dan Aplikasi “Tring”
Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan bahwa peluncuran aplikasi Tring by Pegadaian merupakan langkah strategis perusahaan untuk tetap relevan dengan perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin digital.
“Kami melihat tren anak muda saat ini yang lebih senang bertransaksi melalui ponsel. Melalui Tring, Pegadaian menghadirkan kemudahan menabung dan berinvestasi emas mulai dari nominal kecil, hanya Rp10.000. Aplikasi ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi semua kalangan,” jelas Supriyanto.
Aplikasi Tring menggabungkan dua platform digital Pegadaian sebelumnya — Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital — menjadi satu sistem terpadu.
Melalui Tring, nasabah dapat melakukan berbagai layanan seperti menabung emas, mencetak emas fisik, menggadaikan tabungan emas, hingga memantau harga emas dunia secara real-time.
Dengan inovasi ini, Pegadaian berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap produk investasi berbasis emas serta memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif di seluruh Indonesia.
Kinerja Positif Pegadaian Kanwil VII Denpasar
Selain memperkenalkan aplikasi Tring, acara ini juga menjadi ajang pemaparan capaian kinerja Pegadaian Kanwil VII Denpasar.
Hingga Oktober 2025, Pegadaian secara nasional mencatatkan total aset mencapai Rp110 triliun dengan kontribusi Kanwil VII Denpasar berada di peringkat tiga terbesar nasional, mencapai nilai outstanding loan sebesar Rp11,1 triliun.
Pertumbuhan produk tabungan emas juga menunjukkan tren positif. Total penyaluran tabungan emas nasional mencapai lebih dari 750 kilogram di mana sekitar 60 persen kontribusinya berasal dari nasabah di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan Pegadaian semakin kuat. Melalui inovasi digital seperti Tring, kami optimistis dapat memperluas pasar, terutama di kalangan muda yang menjadi target utama literasi keuangan masa depan,” ujar Made Swasmara dalam kesempatan yang sama.
Komitmen terhadap Literasi dan Inklusi Keuangan
Sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan, Pegadaian juga menggelar serangkaian kegiatan edukasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama acara berlangsung.
Melalui kegiatan Festival Tring, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya menabung dan berinvestasi emas sebagai bentuk mitigasi keuangan jangka panjang.
Pegadaian juga terus memperluas perannya di bidang sosial melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), termasuk pengembangan desa wisata dan pembangunan Gadai Crazy Cloud di Universitas Udayana sebagai ruang kreatif mahasiswa dalam mengembangkan ide wirausaha. (bp/ken)













