TABANAN, Balipolitika.com- Kecelakaan tunggal menimpa seorang pemuda asal Bondowoso saat melintasi jalur sunyi di wilayah Desa Bajera pada Senin pagi. Korban terjatuh ke bawah jembatan sedalam enam meter setelah gagal mengantisipasi tikungan tajam yang minim lampu penerangan jalan. Petugas Kepolisian Sektor Selemadeg segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban yang tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Personel kami menerima laporan warga pukul 07.10 Wita dan langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, saat memberikan konfirmasi resmi kepada awak media.
Kronologi bermula ketika sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 2815 FDD melaju dari arah selatan menuju utara. Pengendara berinisial ASW diduga tidak menguasai medan jalan yang sangat gelap sehingga kehilangan kendali saat memasuki tikungan. Motor korban bergerak terlalu ke kanan hingga melewati batas bahu jalan dan akhirnya terjun bebas ke dasar sungai.
“Pengendara kurang mengetahui jalur yang dilalui sehingga mengakibatkan motor meluncur melewati badan jalan dan jatuh ke bawah jembatan,” kata AKP I Gusti Made Berata menjelaskan penyebab awal kecelakaan fatal tersebut.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan bantuan sementara sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara. Tim medis mengevakuasi pemuda berusia 27 tahun tersebut menuju Puskesmas Selemadeg guna mendapatkan penanganan darurat yang cepat. Korban mengalami luka robek pada tumit serta lutut kanan dan menderita patah tulang pada bagian kaki kiri.
“Petugas medis kemudian merujuk korban ke RSUD Tabanan karena kondisi luka luar dan patah tulang memerlukan penanganan lebih intensif,” ucap Gusti Made Berata mengenai proses evakuasi lanjutan pasien tersebut.
Polisi mengamankan satu unit sepeda motor yang mengalami kerusakan parah pada bagian depan akibat benturan keras dengan bebatuan sungai. Total kerugian material akibat insiden kecelakaan lalu lintas ini ditaksir mencapai angka lima juta rupiah oleh tim penyidik. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum bisa menggali keterangan lebih dalam karena kondisi kesadaran korban masih menurun.
“Sampai saat ini korban belum dapat dimintai keterangan oleh tim penyidik karena yang bersangkutan sama sekali tidak memberikan respons,” tutur AKP I Gusti Made Berata menutup penjelasan singkatnya.
Dua orang saksi mata yang merupakan warga lokal Desa Antap juga telah memberikan keterangan resmi kepada pihak penyidik Polsek Selemadeg. Mereka membenarkan bahwa lokasi jembatan tersebut memang sangat rawan kecelakaan terutama bagi pengendara yang baru pertama kali melintas. Polisi mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di wilayah yang memiliki kontur jalan berliku dan minim cahaya.
“Kami meminta para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur Antap Kaja menuju Bajera demi menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya. (BP/CHA).










