BADUNG, Balipolitika.com – Pemerintah Kabupaten Badung akhirnya angkat bicara, mengenai kerap terjadinya kecelakaan di Jalan Raya Goa Gong, Jimbaran, Badung Selatan.
Bahkan Pemkab Badung akan mencari jalan alternatif, mengingat upaya perbaikan jalan raya Goa Gong tak ada restu untuk perbaikan.
Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, menyebut pihaknya tengah menyiapkan solusi permanen untuk mengurai potensi kecelakaan sekaligus memperlancar akses lalu lintas di Jalan Raya Goa Gong, Jimbaran.
“Kita akan carikan solusi, untuk jalan yang di Goa Gong jimbaran,” ucap Bupati asal Pecatu Kuta Selatan itu, Pihaknya mengakui, sebelumnya Pemkab Badung telah berencana melakukan elevasi jalan di sekitar area Pura Goa Gong sebagai langkah perbaikan.
Namun rencana itu mendapat keberatan dari pihak pemangku pura. “Untuk Goa Gong sekarang kita sedang nyari opsi, kemarin kita sudah ngambil langkah-langkah perbaikan, tapi mohon maaf sekali ya pemangku-pemangku Pura Goa Gong ini agak sedikit keberatan ketika ada elevasi jalan di depan Pura Goa Gong.
Akhirnya dengan pertimbangan itu kita coba membuat jalan di kiri yang akan melewati sungai, di atas sungai itu,” jelas Bupati. Lebih lanjut, Bupati Arnawa mengatakan pihaknya juga sedang menjajaki opsi lain melalui jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Perumahan Selatan Universitas Udayana (Unud) menuju kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Jalur ini harapannya menjadi shortcut strategis, menuju Goa Gong tanpa harus melewati Jalan Raya Uluwatu yang selama ini padat kendaraan. “Opsi lain juga kami lakukan, yakni kami sedang melakukan pendekatan juga jalan perumahan di sebelah Selatan Unud menuju GWK.
Ini juga kami sedang dorong untuk bisa kita tembuskan ke Goa Gong, jalan menuju Goa Gong. Sehingga nanti masyarakat dari Pecatu, masyarakat dari Ungasan kalau mau ke Denpasar tidak perlu lewat Goa Gong,” bebernya.
Bupati Adi Arnawa menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan manajemen GWK yang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan akses jalan baru tersebut. Jika tidak ada masalah pihaknya berharap semua itu bisa menjadi solusi permasalahan goa gong.
“Kita sudah sempat bicara dengan pihak GWK, GWK juga mendukung program kita ini, dan kita sudah pasang di 2026. Karena bagaimanapun juga saya akan memanfaatkan asetnya GWK juga, untuk membuat akses jalan,” katanya.
Menurutnya, kerja sama dengan GWK akan menjadi langkah penting dalam menciptakan jalur alternatif yang aman dan efisien bagi masyarakat.
Sebelumnya, rencana perbaikan tanjakan Jalan Goa Gong, Jimbaran, Badung, harus tertunda. Hal ini terjadi setelah pengempon Pura Goa Gong menolak proyek tersebut karena khawatir akan merusak keberadaan dan eksistensi kawasan pura.
Penolakan ini karena adanya pelinggih atau bangunan suci di sisi kanan Jalan Goa Gong, yang membuat rencana peninggian jalan menjadi tidak mungkin tanpa mengganggu kawasan pura.
Karena itu, pengempon pura menyarankan agar ada solusi alternatif lain, dengan harapan Jalan Goa Gong hanya sebagai akses menuju Pura Goa Gong, bukan untuk jalur utama lalu lintas. (BP/OKA)







