BADUNG, Balipolitika.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan teguran sangat keras terkait kondisi kebersihan pesisir Pulau Dewata yang memprihatinkan. Kritik tajam tersebut muncul dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Jakarta. Kepala Negara menyoroti keluhan pejabat mancanegara mengenai tumpukan sampah yang merusak citra pariwisata internasional Indonesia.
“Ini maaf ya gubernur dan bupati dari Bali, bagaimana turis mau datang ke situ kalau melihat sampah?” ujar Presiden Prabowo Subianto saat menegur langsung para kepala daerah dalam forum resmi tersebut.
Teguran langsung dari Presiden tersebut segera memicu aksi nyata pembersihan massal di kawasan Pantai Kuta pada Selasa pagi. Pasukan gabungan TNI dan Polri bersama ratusan warga setempat bahu-membahu mengumpulkan sampah kiriman di sepanjang garis pantai. Aparat keamanan menggunakan berbagai peralatan berat untuk mempercepat proses evakuasi limbah plastik yang menimbun pasir putih.
“Sudah langsung saya bahas bersama Bupati Badung, Pangdam, Kapolda, dan juga Danrem untuk mengambil langkah cepat,” kata Gubernur Bali Wayan Koster saat merespons instruksi tegas dari pusat.
Pemerintah Provinsi Bali menilai perhatian serius dari Presiden Prabowo merupakan peringatan penting bagi keberlanjutan sektor pariwisata. Koster mengakui bahwa fenomena sampah kiriman saat musim hujan memang memerlukan penanganan yang jauh lebih terukur. Pihak otoritas daerah kini sedang menyusun regulasi baru guna memperkuat sistem pengelolaan limbah di kawasan pesisir.
“Perhatian Presiden terhadap persoalan sampah pantai ini menjadi catatan penting sekaligus peringatan serius bagi pemerintah daerah,” tutur Koster.
Gubernur Koster memastikan akan segera membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi kebersihan Pantai Kuta secara permanen. Satgas ini memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan tindakan pencegahan dan pembersihan secara cepat setiap hari. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal diharapkan mampu mengembalikan keindahan pantai sebagai destinasi wisata unggulan dunia.
“Kami akan membentuk satuan tugas khusus agar penanganan sampah kiriman saat musim hujan dapat dilakukan secara cepat,” ucap Koster.
Langkah kolaboratif ini bertujuan menjaga citra positif Bali di mata wisatawan asing yang berkunjung pada tahun ini. Penanganan masalah sampah laut memerlukan teknologi tepat guna agar limbah tidak kembali mengotori wilayah pesisir yang sama. Keseriusan pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup menjadi kunci utama untuk mempertahankan daya tarik investasi sektor pariwisata.
Karya bakti terpadu ini merupakan simbol keseriusan kami semua dalam menjaga wajah pariwisata Bali tetap bersih.
Masyarakat lokal menyambut baik gerakan bersih-bersih ini dan berharap program tersebut berjalan secara konsisten sepanjang tahun. Edukasi mengenai bahaya plastik bagi ekosistem laut juga perlu terus masif kepada para pedagang dan pengunjung. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata tetapi menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat Indonesia. (BP/CHA).













