TABANAN, Balipolitika.com- Pesona Budaya Tanah Lot, pada awal tahun baru 2026 ini menyuguhkan parade budaya yang memukau bagi seluruh wisatawan yang merayakan awal tahun baru di kawasan tersebut. Pertunjukan seni Joget Bumbung menjadi sajian utama yang berfungsi sebagai tarian persahabatan bagi para pengunjung yang hadir. Pengelola berkomitmen meningkatkan intensitas kegiatan seni tradisional untuk memperkuat daya tarik wisata budaya di desa Beraban.
“Kami tetap melaksanakan kegiatan parade budaya hari ini dengan menyajikan hiburan Joget Bumbung agar tamu bisa menonton sekaligus melihat sunset,” tutur Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, Kamis, 1 Januari 2026.
Mulai tahun 2026, manajemen telah merancang jadwal kegiatan seni sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu minggu. Sanggar seni lokal akan memberikan edukasi interaktif kepada para pelancong mengenai cara menari serta memainkan alat musik tradisional. Wisatawan asing maupun domestik berkesempatan mencoba atraksi Okokan yang khas dari daerah Tabanan ini secara langsung.
“Para anggota sanggar seni akan berkontribusi dengan mengajarkan cara menari dan memainkan okokan secara interaktif kepada wisatawan yang berkunjung,” katanya memaparkan program pengembangan bakat muda tersebut.
Program ini bertujuan agar wisatawan bisa melihat langsung proses latihan seni yang orisinal di kawasan wisata Tanah Lot. Keterlibatan generasi muda dari Desa Beraban menjadi kunci utama pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif lokal. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berkesan yang lebih mendalam bagi setiap pengunjung yang datang ke Bali.
“Tujuan kami adalah memberi daya tarik agar wisatawan melihat langsung latihan seni yang kami miliki terutama di lokalan desa Beraban,” jelasnya. (BP/CHA).













