Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Sastra Balipolitika

  • Sastra

    PAWAI PUISI

    Ilustrasi: Bonk Ava   Hadad Fauzi Musthofa: Jangan Berhenti Hendak pergi kemana dikau ini Apa yang kau mau Hanya sekedar…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Chris Triwarseno

    Ilustrasi: Gede Gunada   Kayu Mastaba, Ajal Satria Berjubah Bintang : Gathotkaca Di antara awan-awan berselubung pekat Aku melesat di…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Eliaser Loinenak

    Ilustrasi: Saka Rosanta   Nasihat Jiwa hai jiwaku, dengarkanlah nasihatku: kehidupan ini berubah sekejap mata hari ini kamu tertawa bersama…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Joni Hendri

    Ilustrasi: Wayan Jengki Sunarta   Rempah Kehidupan Buah yang gugur ke dalam perigi mati membawa asam gambut bersama air agar…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    PUISI-PUISI SULISTYO

    Ilustrasi: Hendra Utay   KUBACA PUISI ANAKKU Ini puisiku kutulis tanpa tanda titik dan koma juga tanpa tanda tanya karena…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    PUISI-PUISI SAPTO WARDOYO

    Ilustrasi: Wayan Jengki Sunarta   SAJAK-SAJAK DI KOTA BANDUNG i/ Berkemas Pergi telah kita sepakati di Bandung, kita akan membeli…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    PUISI-PUISI DHERY ANE

    Ilustrasi: Handy Saputra   Melihatku Ke Kota kau mengira hari-hari semakin singkat saat melihatku ke kota dan namaku menjadi museum…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Fragmen di Tepi Pantai

    Ilustrasi: Renta Ivonne Dewi Arimbi Situmorang   MALAM itu aku menemukan diriku terdampar di hamparan putih sebuah selat sempit. Dua…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Gusti Fahriansyah

    Ilustrasi: Gede Gunada   Tapal Pengabdian ;Guru Setegak alif di dadamu Adalah air tebu yang kuteguk Usai berlarian mengejar bayang-bayang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Wayan Jengki Sunarta

    Ilustrasi: WJS   Celoteh 1 Bagai anjing tua, kau melolong di tengah malam buta. Lolonganmu adalah suara kepedihan sukma. Kau…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!