DENPASAR, Balipolitika.com– Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali 2026 ditetapkan naik 7,04 persen menjadi Rp3.207.459 per bulan, efektif per 1 Januari 2026.
Meskipun naik, angka ini dinilai masih kecil dan belum layak dibanding Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Bali yang diperkirakan mencapai Rp5,2 juta lebih-lebih Kota Denpasar didaulat sebagai kota termahal di Indonesia pada 2025.
Ironisnya, masuk kategori kota termahal di tanah air, pada tahun 2026, UMK tertinggi di Bali hanya sebesar Rp3,79 untuk pekerja di Kabupaten Badung dan Denpasar Rp3,49 juta, jauh terpaut dari Kota Bekasi sebesar Rp5.999.443.
UMK Kabupaten/Kota se-Bali jauh dari lebih kecil dari Kota Bekasi Rp5.999.443, Kabupaten Bekasi Rp5.938.885, Kabupaten Karawang Rp5.886.853, DKI Jakarta Rp5.726.876, Kota Depok Rp5.522.662, Kota Cilegon Rp5.469.923, Kota Bogor Rp5.437.203, Kota Tangerang Rp5.399.406 pada 2026, Kota Batam Rp5.357.982, dan Kota Surabaya Rp5.288.796.
Berlaku per 1 Januari 2026, UMK di Kabupaten Badung Rp3.791.002,57, Kota Denpasar Rp3.499.878,78, Kabupaten Gianyar Rp3.316.798,48, Kabupaten Tabanan Rp3.287.678,87, dan Kabupaten Bangli/Buleleng/Karangasem, Jembrana, dan Klungkung merujuk UMP Bali 2026 senilai Rp3.207.459,00.
Merujuk data ini, UMK tertinggi di Provinsi Bali yang dipegang oleh Kabupaten Badung terpaut jauh sebesar Rp2.208.441 dari Kota Bekasi Rp5.999.443 per bulan.
Menariknya, meski berpenghasilan jauh dari standar hidup layak, para pekerja di Bali adem-adem saja di Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026.
Kondisi ini sontak diapresiasi Gubernur Bali Wayan Koster dalam peringatan May Day 2026 yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat, 1 Mei 2026.
Hadir di tengah-tengah lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai sektor, Koster dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada para pekerja karena keringat mereka menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pelaku usaha, atas semangat dalam berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Bali.
Lebih jauh, Koster menyambut baik peringatan May Day yang dibingkai dalam ragam kegiatan yang begitu edukatif, rekreatif, dan menyentuh sisi sosial serta menilai ini merupakan wajah baru May Day di Bali tahun 2026.
“Tidak ada lagi ketegangan di jalanan. Yang ada adalah dialog yang sehat, jabat tangan yang erat, dan kebahagiaan yang dibagi rata,” ucapnya.
Koster menyampaikan rasa bangga, menyaksikan lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai unsur seperti pemerintah, pengusaha hingga serikat pekerja, berkumpul dalam peringatan May Day Tahun 2026.
Ia menilai, kehadiran berbagai komponen adalah bukti nyata harmonisnya hubungan industrial di Bali.
Masih dalam sambutannya, ia menekankan bahwa May Day tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah visi besar dalam menjawab tantangan zaman yang dikemas dalam tema kegiatan “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.
Ia mengingatkan agar kolaborasi jangan hanya menjadi slogan di atas kertas.
“Ini adalah bagian dari dharma bakti. Kita sadar sepenuhnya bahwa kemajuan ekonomi Bali mustahil dicapai jika kita berjalan sendiri-sendiri,” imbuhnya.
Berikutnya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyinggung hubungan timbal balik pekerja dan pelaku usaha.
Dijelaskan olehnya, kemajuan dunia usaha hanya bisa dicapai bila digerakkan oleh pekerja yang kompeten dan Sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja hanya akan terjamin apabila dunia usaha tumbuh sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
“Inilah ekosistem yang sedang kita bangun sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga sedang membangun jiwa dan kesejahteraan krama Bali,” urainya.
Mengakhiri sambutannya, gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menegaskan komitmen Pemprov Bali menjadi jembatan yang kokoh bagi hubungan industrial.
“Kami berdiri di tengah-tengah untuk memastikan investasi tetap kondusif, namun di saat yang sama, perlindungan terhadap hak-hak tenaga kerja adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, peringatan May Day Tahun 2026 Provinsi Bali diisi dengan beragam kegiatan seperti jalan santai, pasar murah, pameran dan hiburan.
Koster yang hadir dengan pakaian adat karena akan mengikuti acara di Pura Besakih, menyapa para peserta kegiatan May Day.
Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bingkisan kepada pekerja penyandang disabilitas. (bp/ken)













